PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM), torehkan prestasi dalam kompetisi essai Mahasiswa Se-Indonesia-Singapura. Kegiatan ini digelar pada (1-31/5) via online.
Taufiq Rahman menempati rangking 32 dari 314 peserta lomba essai Indonesia-Singapura 2026 dengan membawa nama baik almamater UNM.
Dalam essainya ia mengangkat permasalahan tentang keberlanjutan pertukaran pelajar antarnegara. Menurutnya, dampak yang ada belum maksimal jika program hanya berhenti sampai pada kunjungan singkat antarmahasiswa mancanegara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program pertukaran pelajar kerap sebatas kunjungan singkat, sehingga setelah program selesai hubungan antarpeserta akan berhenti dan pengalaman lintas budayanya hanya menjadi kenangan,” ungkapnya.
Inovasinya dalam essai ialah membuat twin passport antarmahasiswa pertukaran pelajar. Dengan harapan setelah usai mereka tetap menjalin komunikasi experience learning menggunakan twin passport yang berisi pengalaman, portofolio fisik dan bukti kontribusi peserta.
“Saya hadirkan Twin Classroom Passport yang memasangkan komunitas belajar dari Indonesja dengan kelompok belajar Singapura, yang mana passport merujuk pada portofolio digital tiap peserta Student Exchange,” jelasnya.
Selain itu, dalam persiapannya ia juga menyebutkan nama kedua sahabat yang menemaninya selama proses pembuatan essai. Strategi ketepatan waktu mengumpulkan karya menjadi bentuk komitmennya untuk mencetak prestasi.
“Dua sahabat saya Habib dan Rafael betul-betul mensupport saya mengikuti kompetisi. Kita juga berpacu pada pedoman kegiatan karena skalanya internaisonal, jadi saya usahakan selesaikan 1 minggu sebelum deadline,” tutupnya. (*)
*Reporter: Florencya Alnisa Christin







