PROFESI-UNM.COM – PROFESI-UNM.COM – Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Nur Atirah, meraih predikat wisudawan terbaik FIKK pada wisuda Rabu (15/4). Ia mencatat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi angkatan 2022 tersebut terkenal aktif. Ia juga berprestasi di bidang akademik dan non-akademik. Salah satu pencapaiannya adalah juara 2 lomba lari 100 meter pada ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) di FIKK.
Nur Atirah mengungkapkan bahwa ketertarikannya di bidang olahraga sudah ada sejak dini. Ia telah aktif mengikuti berbagai perlombaan sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Bahkan pernah mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2019.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wisudawan Terbaik FIKK Ungkap Kunci Prestasi
“Sebelumnya saya memang sering mengikuti perlombaan sejak SD-SMA dan saya sudah mewakili provinsi sulawesi selatan O2SN pada tahun 2019,” ujarnya, Kamis (16/4).
Ia juga menyampaikan tantangan selama menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet.
“Tantangan saya yaitu saya pernah mengikuti latihan atletik setiap pagi dan sore di Lapangan FIKK. Awalnya saya bisa atur dan bagi waktu saya untuk latihan dan kuliah. Lama-kelamaan saya merasa lelah dan kewalahan karena ada jadwal perkuliahan jam 7 bahkan ada jam 6. Kebetulan saya juga sebagai Ketua Tingkat di kelas saya, dan sebagian besar jadwal perkuliahan saya urus serta bertemu langsung dengan dosen yang bersangkutan. Akhirnya saya berhenti latihan dan fokus menyelesaikan perkuliahan saya,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa selama aktif berlatih, dirinya harus memulai aktivitas sejak pukul 05.00 pagi untuk mengikuti latihan. Kemudian ia kembali bersiap mengikuti perkuliahan. Selain itu, tanggung jawab sebagai Ketua Tingkat membuatnya harus aktif berkoordinasi dengan dosen terkait jadwal perkuliahan.
“Pada saat saya masih mengikuti latihan rutin atletik pagi dan sore, sebelum perkuliahan saya bangun jam 5 dan berangkat latihan. Lalu pulang jam 7 untuk bersiap ke kampus lagi untuk kuliah. Begitu juga dengan sorenya, jika ada jadwal perkuliahan yang bertabrakan dengan jadwal latihan, maka saya izin untuk tidak pergi latihan,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuatnya akhirnya memutuskan untuk menghentikan latihan atletik dan lebih fokus menyelesaikan studi.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar mampu mengatur waktu dengan baik, terutama bagi yang memiliki kegiatan di luar perkuliahan.
“Tips dari saya terutama harus bisa atur jadwal dan bagi waktu kalian yang memiliki kegiatan lain atau sebagai atlet yang harus latihan setiap hari. Rajin dan sopan santun harus selalu diterapkan dalam diri kita, dan jangan lupa berdoa untuk memulai segala sesuatu. Saya sebagai wisudawan terbaik FIKK, menurut saya bukan karena saya pintar dalam segala bidang, tetapi karena saya rajin ke kampus. Mengerjakan tugas-tugas sesuai dengan yang diarahkan dosen, tidak pernah bolos kuliah, apalagi berbuat masalah selama perkuliahan,” tutupnya. (*)
*Reporter: Husnul Khatimah Hidir







