PROFESI-UNM.COM – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Seminar Pendidikan Nasional. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Pekan Parlemen Nasional (PPN).
Seminar ini mengangkat tema ‘Membaca Arah Pendidikan Dibalik Stabilitas Politik Kekuasaan’. Kegiatan ini terlaksana di Lt 2 Ballroom Teater Pinisi UNM pada Jumat (6/2).Selain itu, seminar ini menghadirkan Hasnawi Haris, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai narasumber.
Hasnawi dalam materinya mengungkapkan bahwa fluktuasi politik memengaruhi sistem pendidikan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fluktuasi politik memengaruhi sistem pendidikan nasional kita,” ungkapnya.
Ketua PGRI Sulsel Soroti Kondisi Realitas Pendidikan Nasional
Ia menilai belum adanya desain besar pendidikan yang berkelanjutan membuat kebijakan pendidikan. Pada saat yang sama, masih bergantung pada pihak yang berkuasa, baik pada tingkat daerah maupun nasional.
“Lihat sistemnya. Ada plus dan minus tentu dengan tata politik kita. Negara kita hari ini terus berubah, sehingga hampir tidak memiliki desain besar tentang pendidikan. Menentukan arah pendidikan lebih melihat siapa yang berkuasa,” tuturnya.
Dalam penyampaiannya, ia menyoroti ketiadaan desain besar pendidikan menjadi salah satu kelemahan utama sistem pendidikan nasional.
“Ketiadaan desain besar pendidikan menjadi salah satu kelemahan utama sistem pendidikan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, belum adanya arah pendidikan berkelanjutan menyebabkan kebijakan dan kurikulum sering berubah setiap kali. Sebab, setiap pergantian presiden maupun menteri Indonesia belum memiliki pedoman pendidikan jangka panjang.
“Nah, itu salah satu minusnya kita. Kita belum punya desain, termasuk pendidikan. Jadi, kalau ganti presiden, ganti menteri, maka ganti kebijakan dan ganti kurikulum. Ini yang tidak pernah kita miliki selama puluhan tahun. Sudah sekitar tiga dekade, kita belum punya desain pendidikan yang bisa menjadi cetak biru pendidikan kita dan kita jadikan pegangan,” sampainya.
Hasnawi menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini berada pada tengah perubahan yang sangat pesat. Ia menilai dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, hampir seluruh aktivitas manusia akan sangat bergantung pada teknologi.
Oleh karena itu, kesiapan menghadapi kemajuan teknologi menjadi hal penting agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Karena kita bicara pendidikan, saya ingin mengatakan bahwa dunia hari ini sedang mengalami perubahan yang luar biasa. Lima hingga sepuluh tahun ke depan, hampir seluruh aktivitas kita akan terbantu oleh teknologi. Jika kita tidak siap menghadapi kemajuan teknologi, maka kita akan ditindas oleh perkembangan peradaban,” tutupnya. (*)
*Reporter: Nadia Miftha Buata







