Teater Titik Dua Mengangkat Bissu, Menyuarakan Kearifan Lokal FTMI XIX

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 10:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Pementasan Teater Titik Dua Pada FTMI XIX, (Foto: Ist.)

Potret Pementasan Teater Titik Dua Pada FTMI XIX, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Teater Titik Dua menampilkan pertunjukan bertajuk “Bissu”. Kegiatan ini merupakan rangkaian Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XIX yang bertempat di Gedung La Patau, Kabupaten Soppeng, Selasa (20/01).

Pertunjukan ini wujud kepedulian UKM Seni UNM terhadap warisan budaya Bugis yang kian terpinggirkan oleh arus modernisasi.

Penulis pertunjukan, Dilca, menjelaskan bahwa Bissu hadir bukan sekadar sebagai tokoh adat. Bersamaan dengan itu, juga sebagai simbol keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bissu hadir bukan hanya sebagai tokoh adat. Bersamaan dengan itu, juga sebagai simbol keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritual,” jelasnya.

Baca Juga Berita :  Gelar Pameran Tunggal 'Roots', FSD Dorong Mahasiswa Lahirkan Karya Seni Berbasis Akademik

Dilca mengungkapkan bahwa Bissu mempunyai makna sebagai suara budaya yang perlahan memudar seiring dominasi pola pikir modern.

“Bissu mempunyai makna sebagai suara budaya yang pelajaran memudar seiring pola pikir modern,” ungkapnya.

Ia menambahkan Bissu memiliki peran yang sakral dalam budaya Bugis.

“Bissu adalah representasi identitas budaya Bugis yang sarat makna dan nilai spiritual,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan riset budaya menjadi fondasi utama. Namun, ia juga menerangkan beberapa tantangan dalam menggabungkan hasil riset tersebut.

“Riset budaya menjadi fondasi utama. Akan tetapi, tantangannya bagaimana menggabungkan hasil riset dengan kebutuhan artistik,” jelasnya.

Baca Juga Berita :  UNM Gelar Wisuda Reguler Periode Mei 2025, Perempuan Mendominasi

Penulis menegaskan bahwa pertunjukan ini tidak bermaksud untuk mengabaikan budaya leluhur. Akan tetapi, menjadi ruang pengingat agar nilai-nilai lokal tetap hidup dan relevan.

“Kami ingin penonton kembali menyadari pentingnya budaya leluhur sebagai identitas, bukan sekadar peninggalan masa lalu,” katanya.

Ia berharap UKM Seni UNM terus melahirkan regenerasi dan karya-karya baru yang tetap berpijak pada budaya lokal.

“Kami berharap UKM Seni terus melahirkan berbagai karya yang mengangkat budaya sebagai identitas dan refleksi zaman,” tutupnya.(*)

*Reporter: Nathaya Haura Maulidya Rini/Editor: Muhammad Fauzan Akbar

Berita Terkait

Bahas Solusi Kontekstual Geometri Lewat Lukisan Rumah Tongkonan, Mahasiswa Matematika Sabet Juara Esai di Unmul
FEB Perkuat Tata Kelola Keuangan UMK Desa Balleanging Lewat Program Pengabdian Masyarakat
Mahasiswa UNM Raih Gold Award IICE 2026 Lewat Inovasi GEOCULTURE-AR
Jelang Pemilihan Rektor, Dekan FEB Tekankan Pembenahan Sarana dan SDM
Pamerkan Alat Peraga Kreatif, FMIPA Ubah Paradigma Belajar Matematika
Usung Teknologi Tepat Guna, FT Tampilkan Berbagai Karya Inovatif
Inovasi Pembelajaran Bangun Ruang Berbasis AI, AR, dan Etnomatematika Raih Gold Award
Inovasi Sepeda Listrik Energi Terbarukan di Stand Pameran Pendidikan FT
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:25 WITA

Bahas Solusi Kontekstual Geometri Lewat Lukisan Rumah Tongkonan, Mahasiswa Matematika Sabet Juara Esai di Unmul

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:44 WITA

FEB Perkuat Tata Kelola Keuangan UMK Desa Balleanging Lewat Program Pengabdian Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:39 WITA

Mahasiswa UNM Raih Gold Award IICE 2026 Lewat Inovasi GEOCULTURE-AR

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:32 WITA

Jelang Pemilihan Rektor, Dekan FEB Tekankan Pembenahan Sarana dan SDM

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:26 WITA

Pamerkan Alat Peraga Kreatif, FMIPA Ubah Paradigma Belajar Matematika

Berita Terbaru