PROFESI-UNM.COM – Di tengah padatnya jadwal kuliah, tugas menumpuk, dan kegiatan organisasi yang kadang bikin napas hilang setengah, banyak mahasiswa mulai mencari cara agar tetap produktif tanpa harus mengorbankan kesehatan mental. Menurut sejumlah pakar pendidikan, produktivitas bukan soal kerja keras semata, melainkan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan adalah membuat to-do list harian. Dengan mencatat tugas, deadline, dan aktivitas penting, mahasiswa dapat melihat prioritas serta menghindari penumpukan kerjaan di menit-menit akhir.
Kebiasaan berikutnya adalah mengatur jadwal belajar sesuai ritme tubuh. Tidak semua orang cocok belajar pada malam hari; beberapa justru lebih fokus di pagi hari, sementara yang lain lebih produktif setelah istirahat sejenak. Mengenali jam terbaik belajar dapat membantu mengoptimalkan energi.
Mahasiswa juga dianjurkan untuk mengurangi distraksi digital. Notifikasi aplikasi, grup WhatsApp yang terlalu aktif, dan kebiasaan scroll media sosial tanpa henti dapat menghabiskan waktu tanpa disadari. Mengatur notifikasi bisa membantu fokus tetap terjaga.
Selain itu, menyediakan waktu istirahat di tengah sesi belajar menjadi hal penting. Teknik Pomodoro—belajar 25 menit dan istirahat 5 menit—terbukti mampu menjaga fokus tanpa membuat otak cepat lelah atau burnout.
Menjaga kerapian meja belajar juga termasuk kebiasaan kecil yang berdampak besar. Ruangan yang bersih dan tertata membuat suasana lebih nyaman sehingga mahasiswa bisa belajar lebih fokus.
Tak kalah penting, mahasiswa perlu memperhatikan asupan dan kebutuhan fisik, seperti minum air putih yang cukup serta menjaga pola makan. Kekurangan cairan atau nutrisi dapat menurunkan konsentrasi dan energi.
Terakhir, tidur yang cukup menjadi kunci produktivitas. Alih-alih bergantung pada kafein, tidur 7–8 jam setiap malam membantu tubuh memulihkan energi dan membuat fokus kuliah menjadi lebih optimal.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan sederhana ini, mahasiswa dapat menjalani perkuliahan dengan lebih teratur dan seimbang. Produktivitas tidak harus rumit—yang terpenting adalah konsisten dan sesuai kebutuhan diri masing-masing. (*)
*Reporter: Muhammad Nasruddin








