PROFESI-UNM.COM – Tim Pengabdian dari Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Pemuda Bahari dalam Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Community-Based Tourism (CBT)” di Desa Nisombalia, Kabupaten Maros.
Tim ini terdiri dari Herlina Sakawati, Muh. Nur Yun Mamin, dan Sulmiah, dosen Ilmu Administrasi Publik FIS-H UNM yang berkolaborasi untuk memperkuat peran masyarakat pesisir dalam mengelola potensi wisata bahari secara berkelanjutan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi kelompok Pemuda Bahari melalui pelatihan dan pendampingan implementasi Community Based Tourism (CBT). Desa Nisombalia memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata bahari, namun pengelolaannya belum optimal akibat rendahnya kapasitas masyarakat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua tim pengabdian, Herlina Sakawati, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari potensi besar yang dimiliki Desa Nisombalia di bidang wisata bahari. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara maksimal karena keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung.
“Meskipun Desa Nisombalia memiliki keindahan alam luar biasa, pengelolaannya masih belum maksimal. Kami ingin membantu masyarakat, khususnya kelompok Pemuda Bahari, agar memiliki kemampuan mengelola wisata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Alasan Pemilihan Lokasi
Pemilihan Desa Nisombalia sebagai lokasi kegiatan karena desa ini memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata berbasis komunitas. Herlina menuturkan bahwa keberadaan kelompok Pemuda Bahari menjadi potensi penting dalam mengembangkan wisata desa jika didukung dengan pelatihan dan pendampingan yang tepat.
“Kami melihat semangat yang besar dari kelompok Pemuda Bahari, tapi mereka masih butuh pendampingan. Melalui program ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan agar mereka bisa mengelola wisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi. Tetapi, juga menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Program pengabdian ini terancang dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan implementatif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami konsep Community-Based Tourism (CBT). Peserta terlibat dalam pemetaan potensi wisata bahari dan penyusunan rencana pengembangan wisata berkelanjutan.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas, tim pengabdian juga menyiapkan rencana tindak lanjut guna menjamin keberlanjutan program.
“Kami sudah merencanakan pendampingan lanjutan kepada kelompok Pemuda Bahari untuk mengimplementasikan rencana pengembangan yang mereka buat,” jelasnya.
Ia berharap ke depan terbentuk kelembagaan resmi yang mengelola destinasi wisata di Desa Nisombalia agar pengelolaan wisata dapat berjalan mandiri.
“Kami juga akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak lain yang peduli dengan pengembangan wisata berbasis komunitas,” harapnya. (*)
*Reporter: Nur Mardatillah







