PKM LP2M UNM Ciptakan Alat Cuci Tangan Ganda

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 23 September 2020 - 01:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat inovasi bernama alat cuci tangan ganda. Inovasi tersebut dibuat dalam rangka mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19.

Alat cuci tangan ini ditempatkan di dua kabupaten yakni Soppeng dan Sidrap. Inovasi ini memiliki dua macam jenis berdasarkan kapasitas penampungan air. Karya pertama yakni dengan memanfaatkan tandom bervolume 300 liter dan yang kedua dengan ember berkapasitas 150 liter.

Ketua LP2M UNM, Bakhrani Rauf mengungkapkan ciptaan ini merupakan hasil Program Kemitraan Masyarakat (PKM) 2020. Adapun pengagas dari PKM ini adalah Ketua LP2M UNM sendiri, Bakhrani Rauf bersama dosen Fakultas Teknik (FT) UNM, Yasdin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alat cuci tangan ganda. Ganda ini maksudnya dua alat cuci tangan dalam satu produk,” ungkapnya saat diwawancarai, Selasa (22/9).

Baca Juga Berita :  Rektor UNM Imbau Para Pejabat Fakultas Tak Perlu Takut pada Mahasiswa

Guru besar FT UNM ini pun menuturkan alat yang ia buat ini lebih sederhana dan praktis dari segi pembuatannya. Hal tersebut karena proses kerjanya yang sederhana dan tidak memerlukan keahlian mengelas layaknya pembuatan alat cuci tangan kebanyakan.

“Artinya kalau yang lain itu menggunakan besi dan dilas, tapi ini siapa saja bisa membuatnya. Bahannya dari kayu kemudian bisa dibongkar pasang,” tuturnya.

Karena proses yang tidak terlalu sukar itu, dirinya mengatakan, alat cuci tangan tersebut memungkinan untuk dijadikan sebagai ide wirausaha. Menurutnya, hanya dengan modal tandom atau ember beserta kayu bekas, alat cuci tangan ini pun bisa dirakit oleh masyarakat.

“Makanya saya ajarkan membuat begini, agar supaya dia bisa berkelanjutan dan bisa diwirausahakan. Jadi kalau dia bisa membuatkan orang lain, dia bisa memiliki keuntungan walau tanpa memiliki keahlian mengelas,” ujarnya.

Baca Juga Berita :  Ini Sembilan Wisudawan dengan IPK Tertinggi

Sementara itu, Rektor UNM, Husain Syam turut mengapresiasi inovasi tersebut dengan mengatakan alat cuci tangan ini dapat berguna bagi masyarakat. Ia pun menyebut untuk tidak berhenti melakukan inovasi lain walau di tengah pandemi.

“Jangan berhenti berinovasi dan berkreasi namun pun dalam situasi pandemi Covid-19,” sebutnya.

Sejauh ini karya produksi LP2M UNM itu sudah ditempatkan pada beberapa titik di sepuluh desa yang ada di Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap. Salah satunya di Kantor Kecamatan Marioriawa dan Kompleks Pemakaman Petta Jangko, Kabupaten Soppeng.

*Reporter: Muhammad Ilham Akbar. B

Berita Terkait

FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah
Satu Dekade Mangkrak, Kelanjutan Proyek Lab Terpadu FT Masih Menggantung
Dekan FT Harap LPM Profesi UNM Semakin Profesional di Usia ke-50
Cipta Karya Boga Hadirkan Kolaborasi Mahasiswa, Industri, dan Sekolah
FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional
Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita
Mahasiswa JTIK Raih Juara Dua Fotografi Pra-Peksimida 2026
Lampaui Seluruh LPTK di Indonesia, UNM Jawara Hibah BIMA 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:55 WITA

FT UNM Garap Survei Lahan Cetak Sawah di Dua Kabupaten Kalimantan Tengah

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

Satu Dekade Mangkrak, Kelanjutan Proyek Lab Terpadu FT Masih Menggantung

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:44 WITA

Dekan FT Harap LPM Profesi UNM Semakin Profesional di Usia ke-50

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:40 WITA

Cipta Karya Boga Hadirkan Kolaborasi Mahasiswa, Industri, dan Sekolah

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Berita Terbaru

Potret Menteri Pertanian RI saat di Manado, (Foto: Int.)

Kilas Kampus

Hinaan dan Tekanan Antar Menteri Pertanian RI ke Posisi saat Ini

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:47 WITA