[OPINI] Selamat Datang Calon Donatur UNM dan Calon Agen Perubah

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 23 Juli 2019 - 12:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menghelat seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri (PMBM) 2019, yang selanjutnya akan mengadakan Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) untuk calon mahasiswanya ada tanggal 23 – 24 Juli.

Jalur mandiri adalah salah satu jalur masuk perguruan tinggi dan juga merupakan jalur terakhir bagi para calon mahasiswa baru untuk bisa merasakan manisnya berstatuskan mahasiswa, seperti halnya yang sedang dihelat oleh Universitas Negeri Makassar (UNM).

Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya jalur mandiri adalah jalur terakhir masuk di perguruan tinggi dengan persaingan atau kompetisi yang sangat ketat, maka tak heran jika besarnya nominal uang kuliah tunggal (UKT) untuk jalur tersebut terbilang sangatlah fantastis, atau dengan kata lain jalur mandiri adalah jalur elite.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan beberapa jurusan yang ada di UNM tak segan-segan mematok nominal UKT tinggi untuk para calon mahasiswanya di jalur mandiri.

Sebut saja beberapa program studi yang katanya bergengsi di kampus orange ini seperti Prodi Psikologi yang mematok UKT Rp.8,5 juta, disusul Prodi Manajemen dengan nominal Rp.6 juta dan Prodi Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer (PTIK) dengan nominal Rp.5,5 juta perkepalanya.

Baca Juga Berita :  Akbar Terpilih Sebagai Ketua Maperwa FPsi Periode 2023-2024

Hampir semua prodi di Universitas Negeri “Mahal” (UNM) ini mematok uang kuliah tunggal (UKT) dengan nominal Rp.4 juta – Rp.4,5 juta perkepalanya, dengan kata lain UNM hari ini akan segera mendapatkan donatur barunya guna menjalankan dan merealisasikan tri dharma perguruan tinggi.

Namun apakah uang kuliah tunggal (UKT) yang ditunaikan seluruh mahasiswa setiap semesternya itu sudah tepat sasaran dan berdampak baik bagi keberlangsungan pendidikan mahasiswanya?

Berbagai macam polemik tentang UKT yang katanya tunggal kerap kali menjadi bahan diskusi mahasiswa di seluruh penjuru kampus orange ini, bukannya tanpa sebab dalam menjalankan proses akademiknya mahasiswa kerap kali mendapatkan pungutan-pungutan mahar dari birokrasi.

Seperti yang kerap kali terjadi dalam penyelesaian studi, seminar, validasi, perpustakaan, dan kegiatan-kegiatan akademik lainnya yang seharusnya dibayarkan oleh UKT yang tergolong fantastis tersebut.

Ada apa dengan UKT? pantaskah UKT dikatakan tunggal?

Baca Juga Berita :  [OPINI] Antara Patriarkhisme dan Islam

Kini UKT sudah sangat melenceng dari tujuan mulianya yakni menyederhanakan dan menekan biaya pendidikan ditambah lagi dengan sarana dan prasaran penunjang akademik mahasiswa sangatlah tidak sebanding dengan nominal UKT yang wajib ditunaikan mahasiswanya.

Pendidikan hari ini sudah jauh dari kodratnya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, dikarenakan dengan akses pendidikan yang kian hari semakin mempersulit, menilik kondisi yang seperti ini bisa dikatakan pendidikan hari ini terutama untuk perguruan tinggi hanya untuk orang-orang borjuis dan kalangan elite lainnya.

Dan teruntuk seluruh calon mahasiswa baru di UNM terkusus di jalur mandiri, kami ucapkan selamat datang para calon donatur baru di Universitas Negeri “Mahal” (UNM) yang katanya UKT-nya tak tunggal lagi, yang katanya perguruan tinggi negeri (PTN) yang sudah terakreditas A namun tak sesuai dengan prasarananya dan yang katanya sudah berstatus Badan Layanan Umum (BLU) namun kerap kali mahasiswanya yang menjadi korban komersialisasi pendidikan.

Selamat datang calon maha atas kesiswaan kalian, yang katanya kaum berintelektual, yang katanya agen perubahan, semoga dengan bergabungnya kalian nantinya dapat menjadi agen-agen pembaharu gerakan-gerakan kemahasiswaan guna menumbangkan sebuah rezim dan birokrat yang zalim, dan senantiasa mengawal segala bentuk kebijakan birokrat yang tidak pro kepada mahasiswa hari ini.

Hidup Mahasiswa….

Hidup rakyat Indonesia….

Panjang Umur Perjuangan!

Berita Terkait

[OPINI] Mengeja Kerapuhan Gerakan Mahasiswa: Antara Progresifitas dan Politik Arah Baru
[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi
[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan
[OPINI] Kemegahan Yang Menipu: Realitas di Balik Gedung Pinisi UNM
[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa
[OPINI] Ancaman Tambang terhadap Ruang Hidup dan Kedaulatan Lahan Masyarakat Enrekang
Patriarki dalam Lembaga Kemahasiswaan UNM: Menggugat Ilusi Kesetaraan
[OPINI] Menara Pinisi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:25 WITA

[OPINI] Mengeja Kerapuhan Gerakan Mahasiswa: Antara Progresifitas dan Politik Arah Baru

Selasa, 28 April 2026 - 21:00 WITA

[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi

Selasa, 28 April 2026 - 20:08 WITA

[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan

Sabtu, 25 April 2026 - 11:39 WITA

[OPINI] Kemegahan Yang Menipu: Realitas di Balik Gedung Pinisi UNM

Jumat, 24 April 2026 - 01:30 WITA

[OPINI] Paradoks LK UNM: Kubangan Kotor Menuju Krisis Legitimasi Mahasiswa

Berita Terbaru

Potret Tim MP Ekolibrium Feb UNM setelah Meraih Prestasi Pada Ajang LEC 2026,(Foto:Ist.)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

MP Ekolibrium FEB Raih Prestasi di Lombok Essay Competition 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:02 WITA

Foto Bersama Mahasiswa dan Dosen Program Studi D4 Tata Boga FT UNM, (Foto: Ratna Wulandari)

Fakultas Teknik

Cipta Karya Boga Hadirkan Kolaborasi Mahasiswa, Industri, dan Sekolah

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:40 WITA

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA