[Opini] Letupan Film Sexy Killers Dimomentum Babak Akhir Pemilu

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 April 2019 - 03:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Baru-Baru ini Kanal Youtube Watchdoc Image merilis sebuah film Dokumenter dengan durasi 1 jam 30 menit. Dengan narasi sisi Kelam Kekayaan alam Indonesia, sontak menjadi perbincangan seksi khususnya di kalangan Mahasiswa. Sejak opini ini ditulis , film dokumenter tersebut telah ditonton oleh 3,3 juta orang.

Acara nonton bareng dan beda film di kampus mendadak ramai, entah berangkat karena kesadaran untuk menyadarkan atau hanya sekadar ikut-ikutan trand. Intinya setiap orang, lembaga atau instansi masing-masing mempunyai starting point tersendiri. Kisah pilu dan kelam dibalik gemerlapnya Bisnis Tambang Batu Bara dari satu Korporat ke Korporat lain. Ulasan yang disajikan dari film ini sungguh menggugah, elemen yang hadirkan cukup lengkap. mulai dari Korban, Saksi hingga pihak Pemerintah.

Patut kita acungkan jempol, film ini menjadi wadah edukasi untuk semua unsur elemen terkait. Inti sari film tersebut menuai banyak tafsiran, masing-masing kepentingan mempunyai tafsir tersendiri. Misal antara Pemamgku Kebijakan dengan kalangan Mahasiswa .


Serangan telak banyak diluncurkan oleh kawula muda dengan sasaran isu Kapitalisme dan Oligarki Pemerintah, bukan tanpa sebab banyak kalangan menyudutkan Pemerintah karena nama Luhut Binsar Panjaitan banyak dilucuti dan masuk dalam lingkaran pemegang saham mayoritas di Perusahaan Raksasa Tambang Batu Bara yang tak lain adalah Menteri di barisan kabinet Jokowi-JK.

Bukan hanya itu, laga yang tayangkan dalam film dokumenter tersebut juga menggandeng toko yang sedang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Mereka yang saat ini sedang bertarung untuk menduduki kursi orang nomor satu di Negri ini. Nama Capres-cawapres dan Toko-toko lainnya yang dianggap mempunyai power diindikasikan sedang menjalin hubungan mesra dengan perusahaan-perusahaan raksasa ternama.

Baca Juga Berita :  [OPINI] : Semangat Soe Hok Gie: Masihkah Api Itu Menyala di Dada Mahasiswa

Meskipun dalam film tersebut terkesan memojokkan beberapa pihak , dan jika dilihat terus menerus bisa menggiring Opini atau kekuatan perlawanan baru. Secara garis besar pokok permasalahannya berada pada ketegasan implementasi penegakan hukumnya, seperti ada kekuatan besar yang mengebiri.

Harapannya film ini bisa menjadi pemantik untuk melahirkan solusi kongkret terkait dengan segelintir permasalahan Tambang Batu Bara, karena memboikot perusahaan dan memaksa berhenti beroperasi juga bukanlah sebuah solusi

. Penulis melihat ada hal lain yang lebih seksi dari film Sexy Killers ini, momentumnya persis dibabak akhir pertarungan sengit Pilpres. Seperti menyimpan sebuah misteri dan pesan tersirat !! Jangan lupa seruput kopinya ketika menikmati filmnya !! Pantang hukumnya (*)

*Penulis adalah Enaldi, Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis FIS UNM dan Wasekjen Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis Indonesia.

Berita Terkait

Patriarki dalam Lembaga Kemahasiswaan UNM: Menggugat Ilusi Kesetaraan
[OPINI] Menara Pinisi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras
[OPINI] Perempuan dalam Cengkeraman Patriarki: Telaah Teologis Kritis atas Teks Alkitab
[OPINI] Pendidikan Layak: Hak Dasar yang Berubah Menjadi Barang yang Mewah
Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan : Masih Relevankah?
[OPINI] Ekoteologi Berkemajuan: Membumikan Ajaran Islam dan Kearifan Lokal Makassar untuk Kelestarian Alam
[OPINI] Menelanjangi Egoisentrisme Negara dalam Labirin Pendidikan Nasional
[OPINI] Pendidikan yang Kehilangan Makna di Balik Selembar Ijazah

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 16:08 WITA

Patriarki dalam Lembaga Kemahasiswaan UNM: Menggugat Ilusi Kesetaraan

Rabu, 1 April 2026 - 20:04 WITA

[OPINI] Menara Pinisi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:59 WITA

[OPINI] Perempuan dalam Cengkeraman Patriarki: Telaah Teologis Kritis atas Teks Alkitab

Senin, 23 Februari 2026 - 01:07 WITA

[OPINI] Pendidikan Layak: Hak Dasar yang Berubah Menjadi Barang yang Mewah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:38 WITA

Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan : Masih Relevankah?

Berita Terbaru

Potret Pengukuhan Perwakilan Mahasiswa Kewirausahaan Angkatan 2025 dalam Acara Inaugurasi Inoventra 25 (Foto : Putri Salsabila)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Inaugurasi Inoventra 25 Warnai Expresi 2026 dengan Semangat Budaya Lokal Sulawesi

Selasa, 14 Apr 2026 - 19:08 WITA

Foto Bersama Plt Rektor seusai Proses Pemilihan Dekan FIKK, (Foto: Desitha Cahya)

Fakultas Ilmu Keolahragaan & Kesehatan

Tahap Kedua Selesai, Andi Atssam Terpilih Jadi Dekan FIKK

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:09 WITA

Potret Hasil Pemilihan Dekan FIKK, (Foto: Desitha Cahya)

Fakultas Ilmu Keolahragaan & Kesehatan

Terpilih sebagai Dekan FIKK, Andi Atssam Mappanyukki Ingin Hilangkan Pungutan Tak Sesuai SOP

Selasa, 14 Apr 2026 - 12:58 WITA