Problem dan Capaian Akademik UNM di Tahun 2017

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 10 Januari 2018 - 07:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen UNM menggabung beberapa kelas menjadi satu ruangan saat mengajar. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Tahun 2017, meninggalkan berbagai momentum sebagai catatan sejarah penting dalam perjalanan kampus orange ini. Ya, diusianya yang telah mencapai setengah abad ini, UNM mampu merealisaskan cita-cita setiap nahkoda yang mendudukinya. Yakni mengantarkan almamater ini mengecap kasta tertinggi dalam dunia pendidikan dengan perolehan akreditasi A. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan No.1465/SK/BAN-PT/Akred/PT/V/2017 yang ditetapkan pada 12 Juni lalu.

Menilik peralihan akreditasi sejak awal berdirinya, kampus Oemar Bakrie ini pernah menyandang akreditasi C. Kemudian mengalami peningkatan menjadi B pada Desember 2010 lalu. Hingga pada bulan Juni, akreditasi tertinggi dari BAN-PT ini berhasil diraih. Masa akreditasi ini akan berakhir pada 23 Mei 2022 mendatang.

Adalah prestasi yang patut dibanggakan seluruh sivitas akademika. Namun, itu hanyalah sekelumit pencapaian yang membanggakan. Selebihnya, masih terdapat sederet problema kampus yang masih membuntuti untuk segera dibenahi. Tak terkecuali dalam urusan akademik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seharusnya UNM telah melangkah lebih jauh dalam hal pelayanan dan kualitas akademik. Namun, hal itu justru terkesan stagnan. Terbukti, tahun ini peringkat Sumber Daya Manusia (SDM) UNM mengalami penurunan.

Baca Juga Berita :  Pra-Sintesa PBSI Jadi Bekal Awal Mahasiswa Angkatan 2025 Menuju Sintesa

Hal ini berdasarkan klasterisasi perguruan tinggi se-Indonesia oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti), dimana UNM menduduki posisi 5 besar nasional yang pada tahun sebelumnya berada pada posisi ke 4 besar nasional. Di samping itu, untuk menambah spesialisasi konsentrasi bidang studi, beberapa prodi baru pun dibentuk. Tercatat sebanyak 8 prodi baru di sektor kampus Pare-pare.

Hanya saja, hal tersebut tidak diiringi dengan penambahan tenaga pendidik di bidangnya masing-masing. Berdasarkan data yang dihimpun dari Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI), UNM hanya mampu menambah sebanyak 8 orang dosen dalam kurung waktu satu tahun ini.

Angka yang sangat kerdil jika dibandingkan dengan penambahan prodi yang ada. Apalagi jika dibandingkan dengan penerimaan mahasiswa baru yang membeludak setiap tahunnya. Imbasnya, tak sedikit jurusan/prodi yang kekurangan tenaga pengajar.

Baca Juga Berita :  Tempuh 14 Jam Perjalanan, Perjuangan Ulil Abshar Berbuah Juara 1 Duta Kampus FSD 2026

Hal ini dikarenakan rasio dosen dan mahasiswa yang jauh dari rata-rata. Terpaksa beberapa dosen mengambil langkah inisiatif dengan menggabung dua kelas atau lebih. Bukan hal baru, justru permasalahan tersebut telah dikeluhkan saja, belum ada usaha yang berarti yang dilakukan oleh birokrasi.

Tercatat sebanyak 17 prodi memiliki jumlah mahasiswa yang lebih banyak, ketimbang tenaga pendidik yang dimiliki. Tak hanya permasalahan kuantitas, kualitas pendidik yang dimiliki UNM masihlah harus ditingkatkan. Terbukti masih saja ada oknum dosen yang melakukan pungutan liar.

Seperti halnya yang menimpa mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi. Dengan dalih perbaikan nilai, mahasiswa diminta untuk membayar uang tunai dengan nominal yang beragam, sesuai dengan tingkatan nilai yang diinginkan. Tentu saja hal ini mencoreng citra seorang pendidik yang seharusnya menjadi panutan, dan UNM sebagai kampus dengan citranya sebagai penghasil pendidik. (*)


*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi Edisi 221

Berita Terkait

UKM SAR Buka Rekrutmen Diklatsar XXV
Lampaui Seluruh LPTK di Indonesia, UNM Jawara Hibah BIMA 2026
Terima SP2HP, Pelapor Dorong Pengusutan Karta Jayadi Lewat UU TPKS
Rayakan 20 Tahun, KPID Sulsel Apresiasi Insan Penyiaran lewat KPID Awards 2025
Sinergi UNM dan UNIPOL Serahkan Teknologi Inovatif Dukung Produktivitas Masyarakat Desa Congko
Tim PPK Ormawa LPM Profesi UNM dan BRI Gelar Lomba Kemerdekaan di Desa Barugae
Bangun Potensi Desa, Tim PPK Ormawa Profesi Buat Pelatihan Pengolahan Gula Aren Cair
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:19 WITA

UKM SAR Buka Rekrutmen Diklatsar XXV

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:14 WITA

Selasa, 28 April 2026 - 00:43 WITA

Lampaui Seluruh LPTK di Indonesia, UNM Jawara Hibah BIMA 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:04 WITA

Terima SP2HP, Pelapor Dorong Pengusutan Karta Jayadi Lewat UU TPKS

Selasa, 16 Desember 2025 - 01:46 WITA

Rayakan 20 Tahun, KPID Sulsel Apresiasi Insan Penyiaran lewat KPID Awards 2025

Berita Terbaru

Ilustrasi Jalan Kaki Menjadi Salah Satu Olahraga Ringan, (Foto: Int).

wiki

Manfaat Jalan Kaki Rutin bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 25 Jul 2026 - 04:25 WITA

Ilustrasi Terkait Penyebab Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya, (Foto: AI.)

wiki

Prokrastinasi dan Langkah Bertahap Mengatasinya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:27 WITA

Ilustrasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental (Foto: Ai.)

wiki

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Bangku Kuliah

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:10 WITA

Potret Badrizah Al Azhar Dosen Muda Lolos Pendanaan BRIN RIIM 2026, (Foto: Int).

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Dosen Pendidikan Geografi Lolos Pendanaan BRIN RIIM 2026

Jumat, 24 Jul 2026 - 23:50 WITA