Syamsuddin Massa, Peraih Tiga Medali Emas di Ajang POMNAS XV

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 November 2017 - 20:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syamsuddin Massa, Atlet UNM peraih tiga medali emas di ajang POMNAS 2017. (Foto: Agung-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Keluarga yang utama dan nomor satu. Begitulah prinsip yang dipegang teguh oleh Syamsuddin Massa. Sebagai atlet lari, ia pecaya bahwa karirnya sebagai pelari bisa membahagian keluarganya kelak.

Terlahir dari keluarga yang kurang mampu secara finansial, membuat dirinya harus bekerja keras membantu menghidupi ibu dan lima saudara lainnya.

“Karena saya sendiri yang mampu sekolah tinggi dari tujuh bersaudara dan saya sampai saat ini dipercaya,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria asal Jeneponto ini memiliki segudang prestasi di bidang atletik cabang lari jarak jauh. Terbaru, ia berhasil menyabet tiga medali emas di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XV Sulawesi Selatan (Sulsel). Masing-masing di nomor 5000, 10.000, dan 3000 meter.

Kontribusinya ini pun membuat tim Sulsel dapat menempati peringkat tiga perolehan medali. Alih-alih berharap dapat medali, di setiap kompetisi yang diikuti ia justru hanya menunggu hadiah berupa uang. Sebab, dapat diberikan kepada orang tua yang berada di kampung.

“Uangnya itu selalu saya kasih orang tua, sama untuk biaya kuliah disini,” imbuhnya.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa Bersihkan Stadion Bola, Dekan FIK: Saya Malu

Sejak kecil, dirinya memang suka berlari. Bahkan saat Sekolah Dasar (SD), ia telah mengikuti kompetisi lari hanya sekedar mengembangkan hobinya. Tak ayal jika sekarang, bakatnya ini bisa membuahkan hasil berkat hal tersebut.

“Bagaimana yah, kebanyakan lomba-lomba diluar juga, lomba terkam jadikan latihan,” jelasnya.

Kadang kala, cedera juga kerap menghampirinya saat menjelang kompetisi. Cedera sendi yang terletak di bagian paha kiri membuatnya harus berhati-hati saat latihan.
Berawal dari mengikuti kompetisi Galesong Trail Run 2017 lalu, sakit persendian itu mulai dirasakan. Sudah beberapa kali, cedera itu datang. Bahkan sebelum POMNas digelar, ia tiba-tiba saja cedera. Namun, ia punya cara dalam menangani cederanya itu.

“Saya minum obat terus jogging-jogging ringan, perbaiki stretching,” kata mahasiswa Program Studi (Prodi) Kepelatihan Olahraga ini.

Terkait persiapan sebelum kompetisi, ia tak begitu mempermasalahkan soal jadwal latihan meski kegiatan sudah dekat. Ia mengaku, jika ketika latihan, waktu mesti dimanfaatkan dengan baik.

Baca Juga Berita :  Terapkan Pungutan Biaya Selain Dari Ketunggalan UKT, Mahasiswa Klaim Adanya Pungli

“Latihannya sedikit tapi waktunya tajam, artinya meski waktu sedikit, kita gunakan semaksimal mungkin. Kalau program-programnya kan biasanya punya waktu jangka panjang itu banyak dikasih, tapi ini waktunya sedikit jadi sedikit,” jelasnya.

Usai memenangkan tiga medali emas di POMNas XV, ia mengaku tengah fokus untuk bisa ikut dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Asia. Berharap bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut.

“Jadi ini modal untuk bisa masuk POM Asia,” ujarnya. Selain itu, ada juga Asian Games 2018.

Berbagai latihan pun saat ini sedang dilakukan. Meningkatkan kemampuan lari termasuk kecepatan dan ketahanan fisik. “Kembali lagi latihan untuk seleksi kejurnas biar bisa masuk Asian Games, perbaiki limit dan catatan waktunya,” akuinya.

Ia berpesan kepada atlet agar tetap mengedepankan sikap ulet dan terus kerja keras menggapai hasil yang diharapkan. “Mau displin, mau latihan keras, mau mengikut saran pelatih, usaha tidak mengkhianati hasil. Jadi latihan keras,” pesannya. (*)

*Tulisan ini terbit di Tabloid Profesi Edisi 219

Berita Terkait

Mahasiswa Bahasa Jerman 2024 Jadi Mawapres Berkat Keluar dari Zona Nyaman
Mahasiswa Semester Dua JTIK Raih Juara Satu Pilmapres Fakultas Teknik
Satu Suara di Depan Menara Phinisi, Bergerak Desak Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM
Dari Proses ke Prestasi, Raih Juara Lomba Esai Sastra
Pendamping Hukum ZM Nilai JPU Mencocokkan Fakta dengan Asumsi Pribadi
Pledoi Pendamping Hukum ZM, Saksi Akui Dipaksa Aparat Kepolisian
Penatnya Dunia Kampus, Healing ke Gunung Pilihan Mahasiswa
HIMATIK FT UNM Buka Donasi Korban Kebakaran
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:22 WITA

Mahasiswa Bahasa Jerman 2024 Jadi Mawapres Berkat Keluar dari Zona Nyaman

Rabu, 1 April 2026 - 21:50 WITA

Mahasiswa Semester Dua JTIK Raih Juara Satu Pilmapres Fakultas Teknik

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:03 WITA

Satu Suara di Depan Menara Phinisi, Bergerak Desak Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:30 WITA

Dari Proses ke Prestasi, Raih Juara Lomba Esai Sastra

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:20 WITA

Pendamping Hukum ZM Nilai JPU Mencocokkan Fakta dengan Asumsi Pribadi

Berita Terbaru

Potret Foto Bersama Setelah Inaugurasi, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

HMJ PGSD Soroti Program Makan Siang Gratis di Panggung Inaugurasi

Senin, 18 Mei 2026 - 10:33 WITA

Potret Akbar Juara 1 Lomba 3 Minutes Paper Presentation Ecofest 2026, (Foto: Ist.)

Kilas Kampus

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB Raih Juara 1 Pada Ecofest 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:03 WITA