Yuk Ketahui Tokoh-Tokoh Penting Dibalik Perkembangan Psikologi Pendidikan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 30 Desember 2023 - 11:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Thorndike, (Foto: Int.)
Thorndike, (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Bidang psikologi pendidikan dirintis oleh beberapa ahli sebelum Abad 20. Ada tiga perintis terkemuka yang muncul di awal sejarah psikologi pendidikan.

Wiliam James tokoh pertama yang berperan besar dalam psikologi pendidikan. Dia adalah seorang filsuf dari Amerika Serikat, yang terkenal sebagai salah seorang pendiri Mazhab Pragmatisme. Selain sebagai filsuf, James juga terkenal sebagai seorang psikolog. Ia dilahirkan di New York pada tahun 1842. Setelah belajar ilmu kedokteran di Universitas Harvard. Wiliam James belajar psikologi di Jerman dan Perancis. Kemudian ia mengajar di Universitas Havard untuk bidang anatomi, fisiologi, psikologi, dan filsafat, hingga tahun 1907. Wiliam mendiskusikan aplikasi psikologi untuk mendidik anak dalam serangkaian kuliah yang bertajuk talks to teacher. James menyatakan bahwa bagaimana cara mengajar anak secara efektif (Santrock, 2008).

James menegaskan bahwa pentingnya mempelajari psoses belajar mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pedidikan (Santrock, 2008). Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak dengan tujuan untuk meperluas cakrawala pemikiran anak (Santrock, 2008).

John Dewey tokoh kedua yang berperan besaar dalam membentuk psikologi pendidikan. Dewey adalah seorang filsuf dari Amerika Serikat, yang termasuk Mazhab Pragmatisme. Selain sebagai filsuf, Dewey juga dikenal sebagai kritikus sosial dan pemikir dalam bidang pendidikan. Dewey dilahirkan di Burlington pada tahun 1859. Setelah menyelesaikan studinya di Baltimore, ia menjadi guru besar dalam bidang filsafat dan kemudian dalam bidang pendidikan pada beberapa universitas. Sepanjang kariernya, Dewey menghasilkan 40 buku dan lebih dari 700-an artikel.

Dewey menjadi motor penggerak untuk mengaplikasikan psikologis di tingkat praktis. Ia menjadi motor penggerak untuk mengaplikasikan psikologi di tingkat praktis. Dewey membangun laboraturium psikologi pendidikan pertama di Amerika Serikat, yakni Universitas Chicago, pada tahun 1894. Kemudian di Columbia University.Ide penting Dewey tentang pandangan anak yaitu yang pertama adalah anak sebagai pebelajar yang aktif (active learner). Kedua pendidikan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaaptasi dengan lingkungan.

Dewey percaya bahwa anak-anak seharusnya tidak hanya mendapat pelajaaran akademik saja tetapi juga harus diajarkan cara berpikir dan beradaptasi dengan dunia di luar sekolah. Ia secara khusus berpendapat bahwa anak-anak harus belajar agar mampu memecahkan masalah secara reflektif. Ketiga, dari Dewey mendapat gagasan bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang selayaknya. Cita-cita demokratis ini pada masa pertengahan Abad 19 belum muncul, sebab pada saat itu pendidikan hanya diberikan pada sebagian kecil anak, terutama anak keluarga kaya (Santrock, 2008).

Baca Juga Berita :  [PROFESI WIKI] Yuk Kenali Macam-Macam Laporan Keuangan

Thorndike adalah perintis ketiga. Thorndike adalah seorang psikolog Amerika Serikat yang menghabiskan hampir seluruh karirnya di Teachers College, Columbia University. Thorndike adalah Anggota Dewan Corporation Psikologis, dan menjabat sebagai Presiden American Psychological Association pada tahun 1912.
Thorndike memberi banyak perhatian pada penilaian dan pengukuran dan perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah. Thorndike berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Thorndike sangat ahli dalam melakukan studi belajar dan mengajar secara ilmiah (Beatty, 1998). Thorndike mengajukan gagasan bahwa psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran (Santrock, 2008). (*)

Tulisan ini dikutip dari buku berjudul Psikologi Pendidikan karya Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd dkk dan terbit pada tahun 2017.

*Reporter: Mujahidah

Berita Terkait

Waspada Hoaks, Cek Dulu Sebelum Sebar
Menumbuhkan Kesadaran Hukum di Kalangan Mahasiswa
Dana Kuliah Terancam Naik?
Seni Berkuliah: Memaksimalkan Potensi Akademik dan Pribadi
Tips Jitu Imbangkan Kuliah dan Kehidupan Sosial Mahasiswa
Tips Menghadapi Perkuliahan dan Perjalanan Kampus di Tengah Hujan Deras
Tips Sukses Gen Z di Era Digital: Menavigasi Karier, Produktivitas, dan Gaya Hidup
Menjadi Ketua Tingkat yang Baik Juga Ada Tipsnya
Berita ini 284 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:54 WITA

Waspada Hoaks, Cek Dulu Sebelum Sebar

Jumat, 27 Juni 2025 - 20:45 WITA

Menumbuhkan Kesadaran Hukum di Kalangan Mahasiswa

Jumat, 14 Februari 2025 - 13:02 WITA

Dana Kuliah Terancam Naik?

Jumat, 7 Februari 2025 - 23:44 WITA

Seni Berkuliah: Memaksimalkan Potensi Akademik dan Pribadi

Jumat, 7 Februari 2025 - 22:33 WITA

Tips Jitu Imbangkan Kuliah dan Kehidupan Sosial Mahasiswa

Berita Terbaru

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

Potret Fachruddin Palapa saat memberikan materi, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WITA

Foto Muh. Syekh Mikail Attahillah Ketua Formatur HMPS Pendidikan Sosiologi, (Foto: Ist.)

Formatur Ketua Umum

HMPS Pendidikan Sosiologi Tetapkan Ketua Formatur Baru di Mubes XV

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:36 WITA

Potret Pimpinan Jurusan, Prodi, dan Fakultas FISH (Foto: Int.)

Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:04 WITA

E-TABLOID 295

Tabloid

E-TABLOID 295

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA