PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan rapat terbuka dalam rangka penyambutan dan orientasi akademik mahasiswa baru Pendidikan Profesi Guru (PPG). Rapat terbuka tersebut berlangsung di ballroom teater lt.2 menara Pinisi UNM pada Kamis, (29/01)
Dalam orientasi mahasiswa baru PPG ini akan diberikan wawasan mengenai institusi penyelenggara PPG. Selain itu, para mahasiswa baru akan diberikan pengetahuan bagaimana melakukan PPG, kurikulum, sistem pembelajaran, serta pelaksanaan ujian PPG tahun 2026.
Pelaksanaan PPG UNM terbagi atas dua cara. Pertama ada PPG calon guru yang direkrut dari sarjana S1 dan D4. Kedua, PPG model guru yang telah bertugas tapi belum tersertifikasi.
Ketua program studi pendidikan profesi guru, Tangsi, dalam sambutannya menjelaskan perbedaan sistem perkuliahan bagi mahasiswa PPG. Ia menjelaskan bahwa PPG calon guru akan melaksanakan perkuliahan secara luring dan PPG guru tertentu akan melakukan perkuliahan secara daring.
“Bagi calon guru mereka belajar secara luring dengan dukungan LMS selama dua semester dengan beban 38 SKS. Sementara, PPG guru tertentu dilaksanakan secara daring juga melalui dukungan LMS dengan beban 36 SKS,” terangnya.
Selain itu, Tangsi juga menjelaskan bahwa mahasiswa PPG calon guru tidak hanya melakukan perkuliahan daring saja. Mahasiswa akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan di luar jam perkuliahan untuk meningkatkan keterampilan sebagai calon guru profesional.
“Bagi mahasiswa PPG calon guru, selain melakukan perkuliahan secara luring, mereka juga akan melakukan memperoleh pengetahuan dan keterampilan di luar jam perkuliahan,” jelasnya.
Tahun ini, Tangsi dengan bangga mengumumkan bahwa UNM telah menjadi universitas yang memiliki banyak mahasiswa. Di susul oleh Universitas Yogyakarta dan universitas Padang.
“Secara nasional, pemerintah menerima 18.936 orang. Untuk tahun ini PPG UNM mendapatkan tempat terbanyak dengan jumlah 659,” bangganya.
Sebagai penutup Tangsi, mengucapkan banyak terimakasih kepada semua orang yang terlibat. Selain itu, ia memberikan kata penyemangat bagi para mahasiswa baru.
“Gantungkan harapanmu, namun tetap harus rendah hati,” tutupnya. (*)
*Reporter: St. Masyita Rahmi








