UNM Cederai Substansi UKT

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 7 Juli 2018 - 12:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah peserta tes SBMPTN 2016 yang mengikuti tes tulis di kampus UNM, Selasa (31/5). (Foto: Muh. Agung Eka S – Profesi)

PROFESI-UNM.COM– Uang Kuliah Tunggal (UKT)bagi calon mahasiswabaru (Camaba) Universitas Negeri Makassar (UNM) kini ditetapkan melalui sistem daring. Diawal penerapan,cara ini justru membuat mereka terpaksa geleng kepala. Banyak kejanggalan terjadi yang berujung nominal UKT yang didapat pun tidak sesuai.

Sebelumnya, sistem daring ini hadir untuk menghindari kekeliruan terhadap penilaian dalam menetapkan nominal UKT milik Camaba. Seperti yang dikatakan oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I), Muharram. Ia menjelaskan bahwa cara lama yakni wawancara secara langsung dapat menimbulkan penilaian yang tidak objektif. Sebab, banyak dosen yang melakukan wawancara. Sehingga cara penilaiannya pun kadang berbeda-beda.

“Kalau seperti tahun lalu kan wawancara dan yang wawancara itu banyak orang. Sehingga penilaiannya tidak objektif,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akan tetapi, pernyataan tersebut bertentangan dengan fakta yang ditemukan oleh reporter Profesi. Melalui sistem daring ini, rupanya terdapat hal yang janggal dari hasil pengumuman nominal UKT milik beberapa Camaba.

Baca Juga Berita :  Himastat FMIPA dan UKM KSR PMI UNM Gelar Baksos Bersama

Widyarti Hakman dan Ihsan Hidayat Ibrahim misalnya. Mereka merupakan Camaba dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dengan memiliki data penghasilan orangtua yang sama. Ialah kisaran Rp. 2.000.000 sampai Rp. 4.999.999. Celakanya, Ihsan malah mendapat UKT golongan VII, yakni Rp. 5.000.000. Sedangkan Widyarti Hakman memperoleh golongan IV, dengan UKT Rp. 2.000.000.

Jenis pekerjaan dan jumlah tanggungan yang hanya menjadi pembeda. Orangtua Widyarti Hakman merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan tanggungan tiga orang. Sementara orangtua Ihsan Hidayat Ibrahim bekerja sebagai wiraswasta dengan jumlah tanggungan 11 orang justru mendapat UKT yang tinggi.

Saat dikonfirmasi, Ihsan merasa kurang mampu membayar UKT tersebut dengan kondisi ekonominya sekarang. Sebab, orangtua memiliki sepuluh anak yang harus menjadi tanggungannya. Apalagi, kata dia, mereka juga mengenyam pendidikan dan membutuhkan biaya.

Baca Juga Berita :  Pelaksanaan Ujian TKPA Jalur Mandiri Digelar Besok

“Bapak saya sakit. Jadi Ummi yang gantikan pekerjaannya di ekspedisi angkutan darat. Gajinya orangtuaku lima juta ke bawah,” katanya saat dihubungi melalui via WhatsApp.

Hal serupa juga dialami Suryani Welerubun dan Chairatul Djannah. Keduanya ialah Camaba Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi (FE). Penghasilan ke- dua orangtuanya pun sama yakni kisaran Rp. 2.000.000 sampai Rp. 4.999.999.

Chaeratul Jannah justru mendapat UKT golongan VII sedangkan UKT golongan IV diperoleh Suryani Welerubun. Kebijakan baru ini pun mendapat komentar dari mahasiswa.

[divider][/divider]

*Tulisan ini telah terbit di tabloid Profesi edisi 227 spesial pengumuman SBMPTN 2018

Berita Terkait

Bukan Hanya Nilai Akademik, Mahasiswa Baru Perlu Asah Soft Skill
UNM Keluarkan Surat Edaran Perpanjangan Pembayaran UKT
Simak Syarat Peninjauan UKT semester genap TA 2024/2025
Peninjauan UKT Semester Genap 2024/2025 Telah Buka
Idkhan Harap seluruh Mahasiswa Baru memiliki jas almamater
WR III UNM: Solusi bagi Mahasiswa Kurang Mampu dalam Kebijakan Jas Almamater
Hasnawi Haris: UNM Tetap Usulkan Tidak Ada Kenaikan UKT
Ichsan Ali: UNM Tidak Melanggar Ketentuan UKT
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Agustus 2025 - 06:14 WITA

Bukan Hanya Nilai Akademik, Mahasiswa Baru Perlu Asah Soft Skill

Kamis, 30 Januari 2025 - 18:05 WITA

UNM Keluarkan Surat Edaran Perpanjangan Pembayaran UKT

Rabu, 8 Januari 2025 - 15:59 WITA

Simak Syarat Peninjauan UKT semester genap TA 2024/2025

Rabu, 8 Januari 2025 - 15:53 WITA

Peninjauan UKT Semester Genap 2024/2025 Telah Buka

Kamis, 11 Juli 2024 - 18:15 WITA

Idkhan Harap seluruh Mahasiswa Baru memiliki jas almamater

Berita Terbaru

Sesi foto bersama dalam agenda pelatihan penulisan berita dan persuratan, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

FT Gelar Pelatihan Persuratan, Dekan Singgung Target PPK Ormawa Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:50 WITA

Potret Fachruddin Palapa saat memberikan materi, (Foto: St. Masyita Rahmi)

Fakultas Teknik

Perkuat Keterampilan Jurnalistik, FT Latih Mahasiswa Penulisan Berita

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WITA

Foto Muh. Syekh Mikail Attahillah Ketua Formatur HMPS Pendidikan Sosiologi, (Foto: Ist.)

Formatur Ketua Umum

HMPS Pendidikan Sosiologi Tetapkan Ketua Formatur Baru di Mubes XV

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:36 WITA

Potret Pimpinan Jurusan, Prodi, dan Fakultas FISH (Foto: Int.)

Pendidikan Sejarah

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Gelar Pameran Budaya Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:04 WITA

E-TABLOID 295

Tabloid

E-TABLOID 295

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02 WITA