PROFESI-UNM.COM – Mabuk perjalanan sering menjadi masalah bagi mahasiswa yang ingin bepergian menggunakan bus, mobil, atau kapal, terutama saat liburan atau perjalanan jarak jauh. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa pusing, mual, hingga kelelahan sehingga membuat perjalanan terasa kurang nyaman.
Berikut ada beberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah gejala tersebut dan membuat perjalanan tetap aman dan menyenangkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Memilih tempat duduk yang tepat menjadi salah satu cara paling efektif. Posisi yang minim guncangan, seperti bagian depan kendaraan atau dekat jendela, membuat tubuh lebih stabil mengikuti pergerakan kendaraan. Dengan pandangan yang lebih luas ke luar, sistem keseimbangan tubuh lebih mudah menyesuaikan.
Memenuhi asupan cairan juga penting untuk menjaga kondisi tubuh. Dehidrasi dapat memperburuk rasa pusing dan mual, sehingga minum air putih secara cukup sebelum dan selama perjalanan sangat dianjurkan. Cairan membantu menjaga sirkulasi tubuh tetap stabil selama perjalanan.
Banyak mahasiswa juga memanfaatkan aromaterapi seperti minyak peppermint untuk mengurangi gejala mabuk. Menghirup aromanya membuat pernapasan lebih lega dan membantu menenangkan tubuh. Cara ini dinilai praktis dan mudah dilakukan di berbagai jenis perjalanan.
Selain itu, membatasi penggunaan gawai dapat membantu mengurangi rasa pusing. Menatap layar terlalu lama saat kendaraan bergerak bisa memicu ketidakseimbangan visual dan memperberat gejala mabuk. Menghirup udara segar, misalnya dengan membuka sedikit jendela saat memungkinkan, juga membantu tubuh merasa lebih rileks.
Jika mabuk perjalanan sulit dikendalikan, mengonsumsi obat anti-mabuk bisa menjadi solusi. Obat biasanya diminum sebelum perjalanan untuk mencegah gejala sejak awal. Namun, penggunaannya perlu memperhatikan aturan pakai agar tidak menimbulkan efek kantuk berlebihan.
Mengonsumsi makanan ringan atau permen juga dapat membantu mengurangi risiko pusing dan mual. Camilan seperti biskuit, roti, atau permen jahe memberi rasa nyaman di lambung dan membantu menjaga energi tetap stabil selama perjalanan. Dengan beberapa langkah-langkah ini, mahasiswa dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman dan tanpa gangguan. (*)
*Reporter: Eka Septi Irianti







