Tim Pengabdian UNM Kembangkan Kapasitas Pemuda Bahari di Desa Nisombalia Maros

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 21:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret pengabdian masyarakat  FIS-H UNM di Desa Nisombalia Maros, (Foto: Ist.)

Potret pengabdian masyarakat FIS-H UNM di Desa Nisombalia Maros, (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Tim Pengabdian dari Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Pemuda Bahari dalam Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Community-Based Tourism (CBT)” di Desa Nisombalia, Kabupaten Maros.

Tim ini terdiri dari Herlina Sakawati, Muh. Nur Yun Mamin, dan Sulmiah, dosen Ilmu Administrasi Publik FIS-H UNM yang berkolaborasi untuk memperkuat peran masyarakat pesisir dalam mengelola potensi wisata bahari secara berkelanjutan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi kelompok Pemuda Bahari melalui pelatihan dan pendampingan implementasi Community Based Tourism (CBT). Desa Nisombalia memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata bahari, namun pengelolaannya belum optimal akibat rendahnya kapasitas masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua tim pengabdian, Herlina Sakawati, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari potensi besar yang dimiliki Desa Nisombalia di bidang wisata bahari. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara maksimal karena keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas pendukung.

Baca Juga Berita :  Kemenristekdikti Rilis 100 Rangking Perguruan Tinggi Non-Vokasi Indonesia 2019

“Meskipun Desa Nisombalia memiliki keindahan alam luar biasa, pengelolaannya masih belum maksimal. Kami ingin membantu masyarakat, khususnya kelompok Pemuda Bahari, agar memiliki kemampuan mengelola wisata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Alasan Pemilihan Lokasi

Pemilihan Desa Nisombalia sebagai lokasi kegiatan karena desa ini memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata berbasis komunitas. Herlina menuturkan bahwa keberadaan kelompok Pemuda Bahari menjadi potensi penting dalam mengembangkan wisata desa jika didukung dengan pelatihan dan pendampingan yang tepat.

“Kami melihat semangat yang besar dari kelompok Pemuda Bahari, tapi mereka masih butuh pendampingan. Melalui program ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan agar mereka bisa mengelola wisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi. Tetapi, juga menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Baca Juga Berita :  Matrimony Certificate Treatment and Over the internet Marriage Company

Program pengabdian ini terancang dengan metode sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan implementatif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami konsep Community-Based Tourism (CBT). Peserta terlibat dalam pemetaan potensi wisata bahari dan penyusunan rencana pengembangan wisata berkelanjutan.

Selain fokus pada peningkatan kapasitas, tim pengabdian juga menyiapkan rencana tindak lanjut guna menjamin keberlanjutan program.

“Kami sudah merencanakan pendampingan lanjutan kepada kelompok Pemuda Bahari untuk mengimplementasikan rencana pengembangan yang mereka buat,” jelasnya.

Ia berharap ke depan terbentuk kelembagaan resmi yang mengelola destinasi wisata di Desa Nisombalia agar pengelolaan wisata dapat berjalan mandiri.

“Kami juga akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak lain yang peduli dengan pengembangan wisata berbasis komunitas,” harapnya. (*)

*Reporter: Nur Mardatillah

Berita Terkait

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus
Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI
UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026
Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset
Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
Orasi Guru Besar UNM Singgung Peran Keluarga sebagai Fondasi
Jalan Sehat Meriahkan Dies Natalis Ke-65
Dekan FIP Bahas Dampak FOMO pada Generasi Digital
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:37 WITA

UNM Kembangkan Sistem Digital Terintegrasi untuk Tata Kelola Kampus

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:26 WITA

Farida Aryani Dorong Pengembangan Konseling Digital yang Inklusif di Era AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:23 WITA

UNM Umumkan Jadwal Pengambilan Jas Almamater Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:31 WITA

Guru Besar UNM Perkenalkan Teman Karier Inklusi sebagai Hasil Satu Dekade Riset

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:27 WITA

Farida Aryani Soroti Urgensi Konseling Digital bagi Kesehatan Mental Generasi Muda

Berita Terbaru