PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM), Nanda Rezky Pratama, menerapkan strategi belajar berbasis target mingguan hingga meraih predikat wisudawan terbaik tingkat fakultas pada wisuda periode April yang digelar di Menara Pinisi UNM, Kamis (9/4).
Rezky, angkatan 2022, mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 sebagai salah satu capaian akademiknya selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.
Ia mengungkapkan bahwa pencapaiannya berangkat dari kebiasaan sederhana dalam mengatur waktu secara konsisten. Rezky membagi fokus kegiatan harian sebagai bentuk disiplin diri selama menjalani perkuliahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya bikin target kecil tiap minggu. Senin sampai Rabu fokus kuliah dan tugas, Kamis sampai Jumat untuk organisasi atau upgrade skill, dan akhir pekan saya gunakan untuk istirahat,” ungkap Rezky.
Rezky tercatat mengikuti sejumlah kompetisi dan terlibat dalam kolaborasi bersama dosen serta mahasiswa lain. Beberapa ajang yang ia ikuti yakni Pekan Ilmiah Nasional serta lomba esai tingkat nasional mahasiswa Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K) seluruh Indonesia tahun 2025 yang Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (IKBIM) UNM laksanakan.
Selain capaian selama masa studi, Rezky juga telah berencana melanjutkan studi ke jenjang S2 atau pascasarjana. baik di dalam maupun luar negeri, dengan menargetkan beasiswa baik dalam maupun luar negeri.
“Setelah lulus rencana akan melanjutkan studi S2/Pascasarjana baik di dalam maupun luar negeri sembari mencari beasiswa BU/LPDP/BI serta juga cari kerjaan freelance,” ucapnya.
Menurutnya, predikat wisudawan terbaik tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi oleh proses yang dilalui selama perkuliahan.
“Gelar itu hasil, tapi yang membentuk kamu adalah proses. Jangan cuma kejar lulus, kejar tumbuh. Kampus kasih kamu panggung, kamu yang tentukan perannya figuran atau tokoh utama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya bangkit dari kegagalan sebagai bagian dari proses meraih keberhasilan.
“Wisudawan terbaik itu bukan yang tidak pernah jatuh, tetapi yang setiap jatuh bisa bangkit dengan strategi baru. Giliranmu berikutnya,” tambahnya.(*)
*Reporter: Nur Syakika







