[OPINI] Teknologi adalah Sumber Dilema “The Social Dilemma”

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 19 Desember 2023 - 00:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret penulis (Foto:ist)
Potret penulis (Foto:ist)

PROFESI-UNM.COM – Film The Social Dilemma merupakan film dokumenter yang menceritakan tentang pentingnya sosial media dan membongkar sisi gelap teknologi internet, serta ditenagai oleh algoritma hingga akhirnya membawa pada sebuah ke “dilema” an. Film ini turut mengupas beberapa hal mengerikan sebagai dampak dari penggunaan sosial media, mulai dari pengawasan secara diam-diam terhadap pengguna, perekaman kegiatan, hingga manipulasi tampilan feed agar seseorang tidak melepaskan
pandangan dari sosial media. Film ini memberikan pesan kepada pengguna agar lebih bijak dalam bersosial media bahkan memberikan kita gambaran tentang sisi lain tentang bersosial. The Social Dilemma membongkar dampak negatif dari media sosial selain di atas, seperti interaksi sesorang dengan lingkungan sekitarnya yang semakin menurun, kesehatan mental yang terganggu, banyak berita yang tidak valid dan provokatif, serta beredarnya informasi yang tidak etis berkaitan dengan kenegaraan. Walaupun demikian, film ini juga menyoroti dampak positif penggunaan sosial media, seperti koneksi global, dan arus informasi yang mudah di dapat. Film ini turut menampilkan hasil wawancara dengan berbagai sosok dibalik layar kesuksesan sosial media ternama, seperti Google, Facebook -sekarang Meta-, Twitter, Instagram, dan lainnya.

Baca Juga Berita :  [OPINI] BBM Naik, Bagaimana Dampak Sistemiknya?

Zaman sekarang bersosial media memang sangat diperlukan dalam kegiatan sehari-hari agar mempermudah kegiatan. Dalam dunia perkantoran misalnya, seseorang hanya perlu membagikan materi lewat Grup Whatshapp kantor maka orang orang sudah mampu memiliki dan melihat materi tersebut tanpa harus membuat bukti fisik yang begitu banyak dan dibagikan pada setiap karyawan ketika sedang rapat. Namun ada kalanya bersosial media juga seseorang mampu menjadi seorang tindak kriminal yang dapat bertemu dengan jalur hukum atau bahkan menjadi tersangka tindakan kriminal di sosial media. Misanya seseorang sering kali menyebarkan video yang melanggar keasusilaan maka seseorang tersebut sudah terkena UU ITE yang berbunyi “setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan dapat dikenai hukuman.” Apa hukumannya? Pasal 45 UU ITE menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Pun yang terkait dengan segala hal yang berhubungan dengan memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan,
menyewakan, atau menyediakan pornografi seperti tercantum dalam Pasal 4 ayat (1) UU Nomor
44/2008 Tentang Pornografi diancama hukuman pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar (diatur dalam Pasal 29).

Baca Juga Berita :  (OPINI) Indonesia Gelisah: Ormawa Terkikis, Apa Peran Mahasiswa Generasi Z?

Dengan kata lain setiap hal yang berkaitan dengan teknologi memiliki sisi positif dan negatif tersendiri. Di generasi saat ini bersosial media dapat dikatakan sebagai kebutuhan namun tidak lupa pula cara menggunakan sosial media harus diimbangi dengan pengetahuan serta sifat bijak dalam bersosial media.(*)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

*Siti Anisha Nurmirnasari, angkatan 2023, Jurusan Administrasi Publik

Berita Terkait

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia
[OPINI] Mengeja Kerapuhan Gerakan Mahasiswa: Antara Progresifitas dan Politik Arah Baru
[OPINI] DAS Saddang kabupaten Enrekang: Dari Sumber Kehidupan Menjadi Objek Investasi
[OPINI] Enrekang berada di persimpangan: Antara Kemajuan atau Kehilangan
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WITA

[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:08 WITA

[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:59 WITA

[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:50 WITA

[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia

Berita Terbaru

Ilustrasi mahasiswi melakukan perawatan wajah menggunakan rangkaian produk skincare, (Foto: AI.)

Tak Berkategori

Mahasiswa Kian Peduli Perawatan Wajah Melalui Skincare

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:18 WITA

Ilustrasi Seseorang sedang Berolahraga, (Foto: AI)

wiki

Langkah Menjaga Berat Badan Saat Waktu Libur

Jumat, 5 Jun 2026 - 01:19 WITA

Ilustrasi Mahasiswa Menyusun Rencana Kegiatan Saat Libur (Foto: Ai)

wiki

Tips dan Trik Mahasiswa Produktif Saat Libur Semester

Jumat, 5 Jun 2026 - 01:08 WITA