[OPINI] Mahasiswa Outbond UNM Mengeksplorasi Wisata Setigi Gresim yang Unik DAN Estetik Melalui PMM 3 UNAIR

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 27 November 2023 - 00:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Penulis (Foto:ist)
Potret Penulis (Foto:ist)

PROFESI-UNM.COM – Pada tanggal 29 Oktober 2023 seorang mahasiswa asal Universitas Negeri Makassar bernama Nurkhasyifah bergabung dalam kelompok Modul Nusantara bernama “Sodara Team” mengeksplorasi tempat Wisata Setigi. Tempat ini memiliki daya tarik tersendiri yang membuat Nurkhasyifah dan kelompok ‘Sodara Team datang untuk mengunjunginya. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari Modul Nusantara kebhinekaan kelima dalam program PMM 3 Unair. Dalam kegiatan Kebhinekaan Sodara Team didampingi oleh Dosen Pembimbing Bu Dr. Neffrety Nilamsari S.Sos, M.Kesdan juga Liaison Officer Sodara Team yaitu Kak Mochammad Fahreza Alfarisqi Akbar.

Melaui program PMM ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan budaya dan adat istiadat yang berbeda melalui pengalaman belajar di berbagai kampus pilihan mereka. Hal ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan yang bermanfaat, berteman dengan teman-teman yang berbeda suku, daerah, adat istiadat, agama, dan lainnya.

Baca Juga Berita :  [OPINI] Mencermanti Potensi Civitas-Akademika yang Terlupakan

Pada kunjungan ke Wisata Setigi ini dilakukan di Gresik yang berjarak 21 km dari Surabaya melalui tol. Wisata Setigi ini merupakan singkatan dari Selo, Tirta, dan Giri, sebab kawasan wisata ini dikelilingi bebatuan, bukit dan ada danau di tengah-tengahnya. Yang dimana masing-masing kosakata tersebut berasal dari bahasa Jawa yang berarti batu, air, dan gunung.Destinasi wisata yang terletak di Desa Sekapuk ini menampilkan keindahan perpaduan alam gunung kapur dengan wisata buatan berupa kolam dan ornamen-ornamen penunjang lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Obyek wisata di Setigi menawarkan pemandangan pegunungan kapur yang tidak biasa. Di sini, pengunjung bisa menemukan beragam wahana, diantaranya adalah patung semar, jembatan peradaban, candi topeng Nusantara, miniatur masjid persia, air terjun, dan telaga warna, dan masih banyak lagi. Wisata ini menjadi tempat kunjungan wisatawan lokal dari Jawa Timur.

Baca Juga Berita :  [Opini] Semangat Ramadhan: Menjadi Pahlawan bersama Al-Qu’ran saat Karantina karena COVID-19

Sebelum dijadikan tempat wisata, dulunya tempat inimerupakan kawasan pertambangan. Karena saat ini tidak lagi digunakan sebagai tambang, masyarakat setempat berupaya mengubah kawasan tersebut menjadi tujuan wisata yang menarik. Tak hanya pemandangan alam dan sejumlah wahana, pengunjung wisata setigi juga bisa menikmati beragam kuliner.

Eksplorasi yang dilakukan Nurkhasyifah dan ‘Sodara Team’ dalam kunjungan ke Wisata Setigi merupakan pengalaman yang luar biasa. Dimana dalam kunjungan ini, dapat memberikan pengalaman tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan, keanekaragaman hayati, serta menambah wawasan dan pengetahuan mengenai keindahan alam Wisata Setigi yang memiliki perpaduan alam dan gunung. (*)

*Penulis adalah Nurkhasyifah, Prodi Administrasi Kesehatan Universitas Negeri Makassar

Berita Terkait

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 
[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi
[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis
[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.
[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan
[OPINI] Saat Pendidikan Kehilangan Mata Air Kemanusiaan: Sekolah yang Sibuk Mengukur, Tapi Lupa untuk Memeluk.
[ OPINI ] Ketika Pengabdian Guru Dijadikan Alasan untuk Membiarkan Ketidakadilan
[OPINI] Metafora Analitis Hukum Newton III dan Psikologi Kebijakan: Setiap Aksi Negara Melahirkan Reaksi Manusia
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05 WITA

[Opini]Potret Perguruan Tinggi Saat Ini: Ketika Mahasiswa Tidak Berani Bertanya dan Tidak Sanggup Ketika Ditanya 

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WITA

[OPINI] Invasi AI Influencer di Ranah Pemasaran: Efisiensi Tanpa Batas Korporasi atau Kematian Hubungan Manusiawi

Senin, 8 Juni 2026 - 20:27 WITA

[OPINI] Menjelang 30: Gen Z 1997 di Persimpangan Nikah, Situationship, dan Beban Berlapis

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:32 WITA

[OPINI] MENEBANG YANG HIJAU UNTUK MEMBANGUN YANG “KATANYA” HIJAU : SEBUAH KONTRADIKSI EKOLOGIS.

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:12 WITA

[OPINI] Nurani Indonesia: Sedalam Gus Dur, Seluas Habibie – Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Berita Terbaru

Potret Hery Andika Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Pendidikan (Foto: Ist.)

Fakultas Ilmu Pendidikan

Langkah Konsisten Menuju Predikat Wisudawan Terbaik FIP

Jumat, 17 Jul 2026 - 16:50 WITA

Potret Plt Rektor UNM Bersama Jajaran Pimpinan dan Pembicara pada Pembukaan Lontara International Conference 2026, (Foto: Alyani Fajrina, Nursyabri)

Tak Berkategori

Lontara International Conference 2026 Perluas Jejaring Akademik Global

Jumat, 17 Jul 2026 - 16:45 WITA

Potret Meli Agreini Wisudawan Terbaik Satu Program Sarjana FSD UNM, (Foto: Ist.)

Fakultas Seni dan Desain

Meli Agreini Raih Predikat Wisudawan Terbaik Program Sarjana Fakultas Seni dan Desain

Jumat, 17 Jul 2026 - 16:34 WITA