PROFESI-UNM.COM – Media sosial sekarang bukan hanya tempat hiburan. Bagi mahasiswa, platform seperti Instagram, TikTok, dan lainnya justru bisa menjadi ruang belajar yang bermanfaat bila digunakan dengan tepat.
Salah satu manfaatnya adalah sebagai tempat untuk melatih berbagai keterampilan. Mulai dari membuat video pendek, mengedit foto, menulis caption, sampai mengelola akun organisasi kampus, semua ini dapat membuat mahasiswa terbiasa dengan skill yang juga dibutuhkan di dunia kerja. Bahkan, hasilnya bisa dijadikan portofolio.
Media sosial juga memperluas jaringan. Mahasiswa dapat berdiskusi langsung dengan praktisi, peneliti, atau tokoh publik melalui komentar maupun pesan singkat. Interaksi yang cepat dan informal ini membuka peluang kolaborasi maupun mentorship.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak juga mahasiswa memanfaatkannya untuk mengetes ide penelitian. Dengan memposting opini atau pertanyaan singkat, mereka bisa mendapat masukan, kritik, atau referensi tambahan dari warganet. Hal ini dapat membantu memperjelas arah penelitian sebelum masuk ke penulisan akademik.
Selain itu, media sosial juga bisa melatih kemampuan berpikir kritis. Seperti beragam informasi, perdebatan, dan opini membuat mahasiswa belajar memilah antara fakta dan pendapat. Sehingga perlahan, literasi digital mereka meningkat.
Media sosial juga membuka peluang pemasukan. Mahasiswa dapat menawarkan jasa seperti desain, edit video, fotografi, atau menjadi admin media sosial organisasi. Tak perlu menjadi influencer untuk bisa mendapat keuntungan dari platform digital.
Terakhir, hal tersebut bisa menjadi sumber inspirasi sekaligus ruang berekspresi. Mahasiswa dapat melihat perjalanan karier orang lain, menemukan komunitas belajar, serta mengeksplorasi minat baru yang mungkin tidak didapatkan di kampus. (*)
*Reporter: Eka Septi Irianti







