PROFESI-UNM.COM – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menata kembali keseimbangan antara aktivitas akademik dan spiritual. Di tengah kesibukan perkuliahan, banyak mahasiswa memanfaatkan bulan suci ini untuk memperbanyak amalan serta kegiatan positif.
Sejumlah mahasiswa terlihat aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan kampus maupun di masjid sekitar tempat tinggal. Kegiatan tersebut antara lain salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga buka puasa bersama yang rutin selama Ramadan.
Selain kegiatan ibadah, sebagian mahasiswa juga memanfaatkan Ramadan sebagai waktu untuk memperkuat kebersamaan dengan teman-teman sesama mahasiswa. Momentum berbuka puasa bersama sering menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun solidaritas di lingkungan perkuliahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, Ramadan juga menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam menjaga konsistensi belajar. Perubahan pola makan dan waktu istirahat membuat mahasiswa perlu menyesuaikan kembali jadwal aktivitas agar tetap produktif selama menjalani perkuliahan.
Untuk menjaga keseimbangan tersebut, banyak mahasiswa mulai mengatur jadwal belajar secara lebih terstruktur. Waktu setelah sahur atau menjelang berbuka sering dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas kuliah maupun membaca materi perkuliahan.
Selain itu, sejumlah organisasi kemahasiswaan turut mengadakan kegiatan sosial selama Ramadan, seperti berbagi takjil, santunan, hingga kegiatan bakti sosial. Program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mengamalkan nilai-nilai Ramadan.
Melalui berbagai aktivitas tersebut, Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa yang lebih disiplin, peduli, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari. (*)
*Reporter:Najwa Istiana







