Kontingen PIMNAS UNM Lepas Tukik di Bali

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 30 Agustus 2019 - 14:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROFESI-UNM.COM – Kontingen PIMNAS UNM Melepas Tukik di Bali – Sebanyak 1614 ilmuan muda dari 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia yang telah berkompetisi pada ajang tingkat nasional dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 32 di Universitas Udayana bersama-sama melakukan aksi melepas tukik Pantai Kelan, Bali. Pelepasan tukik adalah pelepasan anak-anak penyu ke laut bebas.

Tak ketinggalan, 71 peserta Pimnas UNM beserta dengan 5 pembimbing juga turut ambil andil dalam kegiatan bertajuk Deklarasi dan Kampanye “Laut Bebas Sampah Plastik” oleh mahasiswa Indonesia. Selain membersihkan sampah-sampai di sekitaran pantai, mereka juga menjalankan aksi melepas tukik secara massal, Jumat (30/8).

Salah satu peserta dari UNM, Rudyman mengaku bangga bisa ikut melakukan aksi sosial ini. “Ini yang pengalaman pertama bagi saya. Dan aksi ini membuat kami semua peserta Pimnas menjadi satu,” ungkap mahasiswa yang meneliti kebudayaan tentang Pepe-Pepeka Ri Makka ini.

Wakil Ketua Umum Himaprodi PBSI FBS ini menambahkan sedotan air minum yang terbuat dari plastik yang sekali pakai itu tidak ramah lingkungan, dan ketika sampai di laut itu juga mengancam keselamatan penyu karena ada beberapa kasus itu penyu menganggap sedotan plastik sebagai makanannya. “Makanya kami agenda utama kami di sini adalah membersihkan sampah-sampah platik di laut,” kata Rudi.

Sementara itu, salah dosen pembimbing Pimnas UNM, Sultan yang juga terlibat dalam aksi pelapasan tukik mengatakan kegiatan ini diacungi jempol karena memberikan pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya penyu hadir di laut bebas.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Bawa Kipas Pribadi Karena Kepanasan di Kelas

“Penyu adalah satwa yang terancam punah yang sudah dilindungi oleh hukum Indonesia dan internasional yang seharusnya mendapatkan perlakuan khusus untuk membuatnya lestari, salah satunya melalui kegiatan ini,” terang Sultan yang juga didaulat sebagai salah satu juri di Pimnas 32 ini.

Agenda utama Pimnas  ke-32 adalah presentasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) lima bidang, PKM Gagasan Tertulis, PKM Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK), serta lomba poster dan gelar produk PKM. Pimnas  juga diisi dengan agenda ilmiah penunjang, antara lain studium generale, sarasehan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan, lomba Pimnas  non-PKM, SMA Goes to Campus, bazaar dan PKM Investments Summit, keakraban dan aksi peduli lingkungan, serta wisata kota. (*)

*Reporter: Muh Sauki Maulana

Berita Terkait

Kenali Lima Beasiswa yang Bisa Jadi Pilihan untuk Kuliah di Luar Negeri
Fakultas Seni dan Desain UNM Kenalkan Budaya Membatik Lewat Tenant Dies Natalis ke-65
Lontara International Conference 2026 Perluas Jejaring Akademik Global
Wisudawan Terbaik Magister Program Pascasarjana Sebut Komitmen Penentu Keberhasilan Studi
Gagasan Hilirisasi Kopi Antar Wanda Muliandira Putri Raih Juara 2 SEIC 2026
Direktur Pascasarjana UNM Targetkan Penambahan Program Studi Baru
Hari Koperasi Indonesia dan Peran Mahasiswa
HMPS PBSD Sediakan Wadah Bakat Pemuda Gowa Lewat Panrita VI
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:24 WITA

Kenali Lima Beasiswa yang Bisa Jadi Pilihan untuk Kuliah di Luar Negeri

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:47 WITA

Fakultas Seni dan Desain UNM Kenalkan Budaya Membatik Lewat Tenant Dies Natalis ke-65

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:45 WITA

Lontara International Conference 2026 Perluas Jejaring Akademik Global

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:47 WITA

Wisudawan Terbaik Magister Program Pascasarjana Sebut Komitmen Penentu Keberhasilan Studi

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:44 WITA

Gagasan Hilirisasi Kopi Antar Wanda Muliandira Putri Raih Juara 2 SEIC 2026

Berita Terbaru