PROFESI-UNM.COM– Jurusan Pendidikan Sejarah dan Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) usai gelar Coaching Clinic proposal PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) 2026. Penyelenggaraan kegiatan ini berlangsng secara daring, pada Minggu (1/3) via Zoom.
Kegiatan ini jadikan dosen Pendidikan Sejarah FIS-H UNM, Rusmala Dewi Kabubu sebagai pemandu acara. Hasni selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah dan Pendidikan IPS FIS-H UNM membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Hasni dalam sambutannya, menekankan pentingnya persiapan efektif dan sistematis bagi peserta pelatihan agar mampu bersaing di ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pentingnya persiapan yang matang dan terstruktur agar mampu bersaing hingga ajang bergengsi Pimnas 39 di Universitas Diponegoro,” tekannya dalam sambutan.
Kegiatan ini mengundang Bustan sebagai pengisi acara Sharing Session. Dalam isinya, ia menceritakan kisah juang saat meraih medali emas saat ajang PIMNAS 2019 di Univeristas Udayana, Bali.
“Bustan, mengisi sharing session dengan menceritakan rekam jejaknya saat berhasil mengantarkan tim binaannya meraih medali emas pada ajang PIMNAS 32,” isi Sharing Session Bustan.
Selain Sharing Session, pelatihan ini hadirkan Akhmad Harum selaku Tim Reviewer Internal PKM UNM periode 2024-2025. Usai memberikan materi, Harum buka sesi diskusi interaktif, meminta peserta mengusulkan judul PKM dan mengulasnya.
“Pak Harum secara interaktif membuka ruang diskusi yang konstruktif. Ia langsung memberikan saran dan masukan tajam terkait usulan judul-judul dari para mahasiswa,” jelas Ulul Azmi Mustari dalam informasi rilisanya.
Dalam penutup rilisannya, ia mengharapkan Coaching Clinic ini memberi dampak bagi sivitas akademika FIS-H, agar siap berinovasi dan menorehkan tinta emas di Pimnas 39. (*)
*Reporter: Florencya Alnisa Christin







