
PROFESI-UNM.COM – Jurnalis kampus se-Indonesia yang mengikuti Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Nasional (PINISI) di Makassar, kunjungi Tanah Beru yakni tempat pembuatan perahu kapal pinisi yang berlokasi di Bulukumba, Sabtu (7/4)
Selain mengikuti pelatihan jurnalistik, peserta juga menikmati keindahan Kabupaten Bulukumba dengan mengunjungi Tanah Beru dan Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng.
Peserta PINISI sangat antusias mencari tahu tentang pembuatan Kapal Pinisi, pasalnya Kapal Pinisi memiliki arsitektur yang menarik, dan pembuatannya menggunakan perpaduan tradisi lama dan modern.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Falasifah Jamil, salah satu peserta asal LPM Fitrah Universitas Muhammadiyah Palembang mengungkapan bahwa cara pembuatan Kapal Pinisi tersebut sangat luar biasa.
“Aku mengaku kagum banget melihat pembuatan Kapal Pinisi ini, soalnya masyarakat di sini masih mempertahankan pembuatan kapal secara tradisional, dan itu luar biasa sekali,” tuturnya.
Lanjut, mahasiswa asal Palembang ini menambahkan, Sulawesi Selatan memiliki kekayaan yang melimpah termasuk di Kabupaten Bulukumba.
“Suasananya indah banget terus pantainya pasir putih, kalau di Palembang gak ada pantai, cuma sungai Musi doang yang ada. Aku suka senang mengikuti pelatihan yang diadakan LPM Profesi UNM,” tambahnya.
Muhammad Asri Arab, selaku pengawas pembuatan Kapal Pinisi mengatakan Kapal Pinisi biasanya menghabiskan waktu kurang lebih dua tahun dan masih menggunakan tradisi pembuatan lama.
“Kapal ini pembuatannya masih mempertahankan tradisi lama, meskipun ilmu modern juga sudah masuk kita terima juga, untuk alatnya ada yang tidak kami beli yang namanya singkolo,” jelasnya.
Pria usia 45 tahun ini juga menjelaskan bahwa masyarakat Bulukumba harus bisa mempertahankan budaya yang dimiliki Bulukmba yakni pembuatan Kapal Pinisi.
“Kita perlu menghargai, kalau kapal sudah tidak kita buat, Bulukumba tidak keren lagi, kapal yang dibuat biasanya berlayar hingga ke Thailand, dan pernah masuk rekor,” tutupnya. (*)
[divider]
*Reporter: Nurul Atika