Ini Hartono, Hidup Dari dan Untuk Masjid

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 2 Juni 2016 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hartono (peci putih) tengah mengajar anak didiknya membaca Al-qur'an di Masjid Babul Ikhtiar, Jl. Sultan Alauddin II, Minggu (29/5). (Foto: Nurlaela - Profesi)
Hartono (peci putih) tengah mengajar anak didiknya membaca Al-qur’an di Masjid Babul Ikhtiar, Jl. Sultan Alauddin II, Minggu (29/5). (Foto: Nurlaela – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Sejak dua tahun lalu, Hartono telah menetap di rumah Allah. Mahasiswa angkatan 2014 ini sejak awal kuliah telah hidup dari dan untuk masjid. Malam itu (29/5), Hartono mengenakan pakaian koko hitam dengan berbalut sarung. Peci putih di kepala dan sajadah hijau disampirkan di bahunya.

Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ini baru saja usai menunaikan shalat maghrib berjamaah di Masjid Babul Ikhtiar, Jl. Sultan Alauddin II. Di masjid itulah, mahasiswa asal Sulawesi Tenggara ini menetap selama hidup di Makassar.

Sembari menanti waktu salat Isya, ia pun segera memanggil anak-anak agar duduk berkumpul di sekelilingnya.Anak laki-laki memakai peci, anak perempuan lengkap dengan kerudung. Mereka membaur dengan sama-sama membawa Alquran di tangan. Hartono tiap malamnya menjadi guru mengaji bagi anak-anak itu.

Satu persatu, Hartono mulai membimbing anak binaanya. Apabila satu anak mulai lancar melafalkan hijaiyah, Hartono kemudian berpaling ke anak lainnya. Hingga semua anak yang hadir mampu menamati bacaan yang ditargetkan per malamnya.Demikianlah keseharian Hartono.

Sejak ayahnya meninggal, ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Namun, kini pun ibunya telah sakit-sakitan. Karena itu, Hartono tak pernah mengharap hasil jerih payah dari keluarga.

“Sejak berada di Makassar saya tidak pernah mendapat uang dari orang tua, bahkan uang yang saya gunakan untuk ke Makassar hanya uang dari keluarga dan digunakan untuk hidup di Makassar,” kisahnya.

Baca Juga Berita :  Program Merdeka Belajar, 74 Mahasiswa Geografi Resmi Diberangkatkan di Takalar

Menjadi guru mengaji pun ia lakoni sebagai tuntutan hidup selama menjadi mahasiswa rantau. Membebani keluarga merupakan hal paling dihindari oleh Hartono.

“Saya masih mampu untuk hidup seperti ini tanpa harus menjadi beban untuk ibu di kampung, apalagi ayah saya telah tiada,” bebernya.

Upahnya sebagai guru mengaji sebenarnya tak seberapa, Rp20 ribu per bulannya. Namun, Hartono tetap ikhlas menjalani lakon hidupnya. Baginya, melihat anak-anak di sekitar masjid kediamannya dapat membaca Alquran dengan fasih menjadi kebahagiaan tersendiri.

“Untuk upah yang saya dapat tidak menjadi masalah, cukup melihat anak-anak bisa memahami apa yang bisa saya ajarkan itu bisa menjadi hasil yang sangat memuaskan,” ujarnya (*)


*Reporter: Nurlaela

Berita Terkait

Mahasiswa Bahasa Jerman 2024 Jadi Mawapres Berkat Keluar dari Zona Nyaman
Mahasiswa Semester Dua JTIK Raih Juara Satu Pilmapres Fakultas Teknik
Satu Suara di Depan Menara Phinisi, Bergerak Desak Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM
Terima SP2HP, Pelapor Dorong Pengusutan Karta Jayadi Lewat UU TPKS
Dari Proses ke Prestasi, Raih Juara Lomba Esai Sastra
Pendamping Hukum ZM Nilai JPU Mencocokkan Fakta dengan Asumsi Pribadi
Pledoi Pendamping Hukum ZM, Saksi Akui Dipaksa Aparat Kepolisian
Rayakan 20 Tahun, KPID Sulsel Apresiasi Insan Penyiaran lewat KPID Awards 2025

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:22 WITA

Mahasiswa Bahasa Jerman 2024 Jadi Mawapres Berkat Keluar dari Zona Nyaman

Rabu, 1 April 2026 - 21:50 WITA

Mahasiswa Semester Dua JTIK Raih Juara Satu Pilmapres Fakultas Teknik

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:03 WITA

Satu Suara di Depan Menara Phinisi, Bergerak Desak Reformasi Polri dan Hentikan Pelanggaran HAM

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:04 WITA

Terima SP2HP, Pelapor Dorong Pengusutan Karta Jayadi Lewat UU TPKS

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:30 WITA

Dari Proses ke Prestasi, Raih Juara Lomba Esai Sastra

Berita Terbaru

Potret Universitas Negeri Makassar, (Foto: Int.)

Perguruan Tinggi Negeri

Tips dan Strategi untuk Lulus di Universitas Negeri Makassar

Jumat, 17 Apr 2026 - 17:35 WITA

Potret Beberapa Obat Obatan, (Foto: Int.)

wiki

Obat-Obatan Wajib yang Perlu Dimiliki Anak Kos

Jumat, 17 Apr 2026 - 17:29 WITA