Dendang Tosora Sebagai Simbol Kepedulian Generasi Muda terhadap Budaya Lokal

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 25 Mei 2025 - 23:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama pengurus Aksara FIP UNM (Foto: Dokumentasi profesi)

Foto bersama pengurus Aksara FIP UNM (Foto: Dokumentasi profesi)

PROFESI-UNM.COM — Perayaan Milad AKSARA Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (FIP UNM) yang ke-XVI berlangsung dengan penuh semangat budaya dan refleksi sejarah, di Kampus FIP UNM, sabtu (24/5).

Ketua Umum AKSARA, Rezki Amalia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen milad ini adalah bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang komunitas yang terus menjaga seni, budaya, dan literasi.

Mahasiswa FIP UNM Lestarikan Budaya Lokal Lewat Dendang Tosora

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rezki mengatakan bahwa 16 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Ia menyebut AKSARA telah menjadi rumah bagi mahasiswa yang mencintai seni dan budaya.

“AKSARA telah menjadi rumah bagi mahasiswa yang mencintai seni, budaya, dan literasi,” ujarnya.

Baca Juga Berita :  No Pain No Gain Strategi Andi Naufal Majukan Hima Aksi FEB UNM

Ia juga menjelaskan bahwa tema ‘Dendang Tosora’ tidak dipilih secara sembarangan. Baginya, tema ini adalah simbol dari ajakan untuk menengok kembali akar budaya yang mulai dilupakan.

“Tema yang kita usung hari ini, Dendang Tosora, bukan sekadar nama. Ia adalah simbol ajakan menoleh ke belakang, ke akar budaya kita, ke jejak sejarah yang mulai memudar,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Rezki menekankan bahwa Tosora bukan hanya sekadar tempat, melainkan juga saksi bisu dari peradaban dan nilai-nilai luhur masyarakat lokal yang kini coba dihidupkan kembali melalui pertunjukan seni.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam pementasan ini, AKSARA ingin menyampaikan pesan bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap budaya.

Baca Juga Berita :  HMPS Sendratasik FSD UNM Beri Donasi untuk Mahasiswa

Secara tegas ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga penjaga dan penerusnya.

“Melalui pementasan ini, kami ingin menyampaikan bahwa generasi muda masih peduli, masih ingin belajar, dan masih berjuang untuk menjaga warisan budaya,” katanya.

Terakhir, mengingatkan bahwa budaya tidak boleh sekadar dikenang. Ia menegaskan bahwa budaya harus terus dihidupkan, diteruskan, dan dimaknai sesuai zaman.

“Karena kita percaya, budaya bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk dihidupkan kembali, diteruskan, dan dimaknai oleh zaman,” tutupnya.(*)

*Reporter: Silmi Hafizat

Berita Terkait

Muktamar XXVI Dihya Abdul Robanni Ajak Kader Perkuat Amanah dan Dakwah
FSD Gelar Drawing Day 2026 sebagai Ruang Ekspresi Seni Gambar Manual
Jelang Milad ke-17, Persiapan Panitia Aksara FIP UNM Capai 80 Persen
Milad ke-17, Aksara FIP UNM Hadirkan Konsep Teaterikal
LPM Profesi Hidupkan Kembali Lomba Setelah Vakum Sejak 2022
Hipma Gowa Komisariat UNM Gelar Nobar Film Pesta Babi, Soroti Dampak PSN di Papua
Ketua Umum Terpilih HMPS Pend. Ekonomi Tegaskan Pentingnya Solidaritas dalam Organisasi
Harumkan Almamater, HMSP FT Raih Dua Penghargaan di Ajang Civil Fest II
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:52 WITA

Muktamar XXVI Dihya Abdul Robanni Ajak Kader Perkuat Amanah dan Dakwah

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:48 WITA

FSD Gelar Drawing Day 2026 sebagai Ruang Ekspresi Seni Gambar Manual

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:14 WITA

Jelang Milad ke-17, Persiapan Panitia Aksara FIP UNM Capai 80 Persen

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:11 WITA

Milad ke-17, Aksara FIP UNM Hadirkan Konsep Teaterikal

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:03 WITA

LPM Profesi Hidupkan Kembali Lomba Setelah Vakum Sejak 2022

Berita Terbaru

Potret Menteri Pertanian RI saat di Manado, (Foto: Int.)

Kilas Kampus

Hinaan dan Tekanan Antar Menteri Pertanian RI ke Posisi saat Ini

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:47 WITA