PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi PGSD Dikjas FIKK UNM mengaku mendapat ancaman dari pihak fakultas usai mengikuti aksi demonstrasi. Ancaman tersebut diduga datang dari Dekan, sebagaimana disampaikan Nurdin kepada kru Profesi pada Jumat (17/10).
Nurdin, Mahasiswa angkatan 2023, menuturkan bahwa dirinya dipanggil langsung ke ruang Dekan pada tanggal 9 Oktober lalu oleh salah satu staff dekan. Pemanggilan itu, berlangsung di sekretariat himpunan mahasiswa dan berkaitan dengan partisipasinya dalam aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa PGSD Dikjas.
“Diancam ja, Kak, sama Bu Dekan akan dipersulit pada saat penyelesaian, tidak dianggap sebagai mahasiswa,” ujar Nurdin saat ditemui oleh kru Profesi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nurdin mengungkapkan bahwa pada saat itu, Dekan menunjukkan sikap yang tegas dan mengaku tidak gentar terhadap pihak rektorat. Ia mengatakan, Dekan sempat memperlihatkan percakapan pribadinya dengan rektor sebagai bentuk penegasan.
“Pada saat itu, Kak, katanya Bu Dekan, ‘Saya tidak pernah takut sama rektor, Dek. Kubilangi ji setang itu rektor’, itu sambil na kasih tunjuk chatnya sama rektor ke saya Kak,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nurdin menyebut bahwa Dekan juga menyinggung status program PGSD Dikjas yang dikaitkan dengan pejabat universitas. Ia mengaku mendapat peringatan agar berhati-hati terhadap kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan aksi mahasiswa.
“Ini PGSD sekarang gara-gara bapaknya WR 4, itu katanya dekan kak. Terus nabilang lagi, Kak, ‘Siapa yang naungi ini aksimu, WR 3, D (Inisial), atau WR 4? Hati-hati ko dimanfaatkan,’ itu nabilang Dekan sama saya, Kak,” jelasnya.
Selain itu, dugaan tekanan juga dialami oleh mahasiswa baru (Maba) PGSD Dikjas angkatan 2025. Seorang Maba bernama Asikin mengaku mendapat ancaman dari dosen agar tidak ikut dalam aksi demonstrasi.
“Ada ancaman dari dosen, Kak. Katanya Maba 2025 itu jangan demo karena ada surat pernyataan yang bisa di-DO, sama ada juga dosen lain yang bilang Maba 25 itu harus botak supaya bisa dilihat siapa saja yang turun aksi,” ujar Asikin.
Setelah bertemu dengan beberapa mahasiswa Profi PGSD Dikjas FIKK tersebut, kru Profesi langsung beranjak ke ruangan dekan untuk meminta tanggapan. Namun, setelah kru Profesi tiba di depan ruangan dekan, pintu dekan tertutup. Hingga berita ini terbit, redaksi masih mencari informasi terkait hal tersebut. (*)
*Reporter: Ibnu Qayyum Abdullah







