Cara Atasi Quarter Life Crisis

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 01:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menghadapi Quater Life Crisis (Foto: AI)

Ilustrasi menghadapi Quater Life Crisis (Foto: AI)

PROFESI-UNM.COM — Quarter Life Crisis (QLC) merupakan fase krisis identitas yang umum terjadi di rentang usia 20 hingga awal 30-an. Masa ini kerap ditandai dengan perasaan cemas, tidak yakin terhadap masa depan, tekanan sosial, serta kebingungan dalam mengambil keputusan hidup.

Berikut lima cara yang dapat membantu individu menghadapi dan mengatasi Quarter Life Crisis:

Mengenali dan Menerima Perasaan yang Muncul

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak orang merasa tertekan karena menganggap emosi negatif seperti cemas, ragu, atau kecewa sebagai bentuk kegagalan. Padahal, mengenali dan menerima perasaan tersebut justru merupakan langkah awal dalam menyembuhkan diri dan membangun kesadaran emosional.

Baca Juga Berita :  Cara Tepat Menulis Jurnal Ilmiah yang perlu diketahui

Mengurangi Paparan Media Sosial

Kebiasaan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial dapat memicu rasa tidak puas dan rendah diri. Mengatur waktu penggunaan media sosial serta memperkuat interaksi di dunia nyata membantu menjaga kesehatan mental dan membangun perspektif yang lebih realistis.

Melakukan Refleksi Diri dan Menulis Tujuan Hidup

Menuliskan pemikiran, mimpi, serta tujuan hidup secara rutin melalui jurnal pribadi terbukti efektif dalam membantu memahami arah dan keinginan sejati. Aktivitas ini juga dapat membantu menetapkan prioritas dan menyusun rencana masa depan secara lebih terarah.

Baca Juga Berita :  Rektor Serukan Loyalitas Pejabat UNM

Mengeksplorasi Minat dan Peluang Baru

Mencoba hal-hal baru seperti mengikuti kursus, menjadi relawan, atau magang di bidang berbeda dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Eksplorasi ini memungkinkan seseorang menemukan potensi baru sekaligus memperluas jejaring sosial dan profesional.

Mencari Dukungan dari Lingkungan Sekitar

Berbagi cerita dengan orang-orang yang dipercaya, bergabung dalam komunitas positif, atau mengikuti sesi konseling profesional dapat memberikan kekuatan emosional. Adanya dukungan sosial sangat berperan dalam membantu seseorang melewati masa krisis dengan lebih tangguh.(*)

*Reporter: Silmi Hafizat

Berita Terkait

Tips Tampil Glowing Pasca Libur Semester
Libur Semester, Waktu Rehat dan Pengembangan Diri Mahasiswa
Libur Semester Jadi Kesempatan Mahasiswa Tingkatkan Diri
Tips Mahasiswa Tangkal Maskne dan ISPA Akibat Polusi Udara
Bukan Cuma Introvert dan Ekstrovert, Kenali Sub-tipe Kepribadian Menurut Psikologi
Tips Mengontrol Pola Makan Setelah Lebaran Idul Adha
Pengaruh Musik terhadap Suasana Hati di Kalangan Remaja
Malam Hari Jadi Waktu Favorit Mahasiswa Menyelesaikan Tugas
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 23:35 WITA

Tips Tampil Glowing Pasca Libur Semester

Senin, 1 Juni 2026 - 23:27 WITA

Libur Semester, Waktu Rehat dan Pengembangan Diri Mahasiswa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:46 WITA

Libur Semester Jadi Kesempatan Mahasiswa Tingkatkan Diri

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:56 WITA

Tips Mahasiswa Tangkal Maskne dan ISPA Akibat Polusi Udara

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:52 WITA

Bukan Cuma Introvert dan Ekstrovert, Kenali Sub-tipe Kepribadian Menurut Psikologi

Berita Terbaru

Potret Menteri Pertanian RI saat di Manado, (Foto: Int.)

Kilas Kampus

Hinaan dan Tekanan Antar Menteri Pertanian RI ke Posisi saat Ini

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:47 WITA