PROFESI-UNM.COM – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menampilkan inovasi media pembelajaran interaktif Smart Class Device (SCD) dalam Pameran Pendidikan Dies Natalis ke-65 UNM. Pameran tersebut berada pada tenant FMIPA di Pelataran Pinisi, pada 20 hingga 22 Juli 2026.
Tim yang Muhammad Ismail Jumarang pimpin menghadirkan inovasi tersebut bersama Ahdar, Azhar, dan Ahmad Zuhudy sebagai anggota tim pengembang. SCD berawal dari karya tesis Muhammad Ismail yang kemudian terus mengalami penyempurnaan hingga menjadi sistem pembelajaran digital interaktif.
SCD hadir untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik melalui pemanfaatan teknologi sensor gerak. Melalui sistem ini, peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran tanpa bergantung sepenuhnya pada guru sebagai operator.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua tim pengembang, Muhammad Ismail, menjelaskan bahwa konsep tersebut juga mereka terapkan selama pameran berlangsung. Menurutnya, siswa menjadi pusat pembelajaran karena dapat mencoba media tersebut secara langsung.
“Nanti kan rencananya ada anak-anak sekolah yang berkunjung. Jadi, ketika mereka datang, mereka dikasih waktu bermain menggunakan media pembelajaran interaktif. Jadi, siswanya yang bisa langsung bermain dan merasakan permainannya, bukan cuma guru atau dosennya saja yang mengoperasikan,” ujarnya.
Ia mengatakan materi yang tersedia melalui SCD cukup beragam. Berbagai materi tersebut dikemas dalam bentuk permainan interaktif yang menyesuaikan jenjang peserta didik.
“Untuk permainannya sendiri kami ada banyak mulai dari pembelajaran Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Agama. Ada juga game untuk anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) seperti pengenalan warna. Semuanya interaktif,” jelasnya.
FMIPA UNM Tampilkan Inovasi Digital yang Telah Raih Penghargaan Nasional
Selain menghadirkan pembelajaran interaktif di dalam kelas, SCD juga memiliki fitur yang mendukung pembelajaran jarak jauh. Pengajar dan peserta didik tetap dapat mengikuti proses belajar dari lokasi berbeda selama seluruh perangkat terhubung dengan internet.
“Alat ini juga bisa untuk mengajar dari jarak jauh. Misalnya kita mengajar dari sini, siswanya ada di Makassar, itu bisa. Tinggal dihidupkan semua sistemnya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tim pengembang merakit dan memodifikasi seluruh sistem utama secara mandiri. Salah satu teknologi yang mereka manfaatkan ialah sensor inframerah (infrared) untuk membaca gerakan saat pengguna menulis atau berinteraksi dengan papan proyeksi.
Tim pengembang juga terus menyempurnakan SCD agar proses pembelajaran semakin optimal. Ke depan, mereka berencana mengganti media proyeksi dengan papan kaca akrilik transparan, sedangkan proyektor masih berfungsi sebagai media simulasi sekaligus penunjang tahap pengembangan.
SCD tidak hanya hadir sebagai inovasi yang dipamerkan dalam Dies Natalis ke-65 UNM. Ia mengungkapkan bahwa media tersebut telah SD 53 Kabupaten Soppeng gunakan sejak 2022.
Selain membantu proses pembelajaran, SCD juga meraih berbagai penghargaan. Inovasi tersebut memperoleh Juara Satu Top Inovasi ILA, Juara Tiga pada kompetisi inovasi, serta Juara 2 tingkat nasional. (*)
*Reporter: Muhammad Yusran







