PROFESI-UNM.COM – Lontara International Conference 2026 menghadirkan berbagai akademisi dari dalam dan luar negeri untuk membahas perkembangan bahasa, pendidikan, dan teknologi. Salah satu materi disampaikan oleh Dekan College of Teacher Education Batangas State University, Filipina, Anania B. Aquino, pada Jumat (17/7).
Dalam pemaparannya yang bertajuk Language, Artificial Intelligence, and Research, Anania menjelaskan bahwa bahasa merupakan fondasi utama dalam penelitian. Menurutnya, seluruh proses penelitian, mulai dari penyusunan konsep hingga penyampaian hasil, bergantung pada kemampuan berbahasa yang baik.
“Penelitian dimulai dan diakhiri dengan bahasa. Bahasa membantu peneliti membangun pengetahuan, berpikir kritis, serta mengomunikasikan hasil penelitian secara ilmiah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa di Filipina yang melakukan penelitian menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua masih menghadapi tantangan nyata, yang meliputi keterbatasan penguasaan bahasa akademik, kemampuan membaca, penulisan ilmiah, hingga kecemasan saat menyusun proposal dan skripsi.
“Tantangan nyata masih mahasiswa Filipina hadapi saat meneliti menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Keterbatasan ini mencakup aspek penguasaan bahasa akademik, kemampuan membaca, penulisan ilmiah, hingga beban kecemasan saat menyusun proposal dan skripsi,” Jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Grammarly, QuillBot, dan Copilot membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengatasi hambatan penelitian, khususnya dalam membantu penyusunan kajian pustaka, pengembangan ide, perbaikan tulisan, serta persiapan presentasi ilmiah.
“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengatasi hambatan tersebut melalui pemanfaatan platform seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Grammarly, QuillBot, dan Copilot. Alat-alat ini mampu mendukung mahasiswa dalam penyusunan kajian pustaka, pengembangan ide penelitian, perbaikan kualitas tulisan, hingga persiapan presentasi ilmiah.” ungkapnya. (*)
*Reporter: Putri Salsabila







