PROFESI-UNM.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memaparkan berbagai program strategis yang telah dan akan berlangsung dalam upaya memperkuat sektor pendidikan di Sulawesi Selatan. Hal ini ia sampaikan dalam sambutan pada upacara puncak Dies Natalis ke-64 Universitas Negeri Makassar (UNM) yang berlangsung pada Balroom Lt 2 Phinisi UNM, Sabtu (02/08).
Dalam acara yang turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Muti. Gubernur Sulsel tersebut menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel telah melakukan efisiensi dan realokasi anggaran sebesar Rp3,4 triliun, sebagian besar diarahkan untuk perbaikan sektor pendidikan, termasuk rehabilitasi 230 ruang kelas yang rusak berat di berbagai daerah.
Gubernur menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis karakter dan teknologi. Ia memaparkan sejumlah program unggulan seperti digitalisasi sekolah melalui studio pembelajaran dua arah yang telah menjangkau ribuan siswa di Sulsel, program wajib hafalan Juz 30 bagi siswa SMA, serta integrasi literasi kitab suci di sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Digitalisasi ini bukan hanya soal alat, tapi juga sistem dan komitmen. Kami menarik guru-guru terbaik, termasuk alumni LPDP dan ekspatriat, untuk meningkatkan mutu sekolah unggulan kami,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rencana pengembangan sekolah olahraga bertaraf internasional yang akan bekerja sama dengan pelatih dari klub-klub besar seperti Ajax Amsterdam, serta rencana penambahan guru bahasa Arab dan Inggris untuk mendukung program Middle East English (ME) dan Arabic English (AE).
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan harapan kepada UNM untuk lebih aktif mendampingi pemerintah provinsi dalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama di tengah tantangan kualitas guru dan infrastruktur sekolah yang belum merata.
“Mutu pendidikan adalah PR terbesar kami. Kami mohon UNM dapat berperan lebih besar dalam mendampingi dan memberikan rekomendasi tenaga ahli untuk mendukung program-program strategis pendidikan di Sulsel,” pintanya.
Di akhir sambutan, Gubernur juga menyampaikan bahwa efisiensi anggaran dan fokus pada program prioritas menjadi kunci dalam pembangunan. “Kami kosongkan anggaran dinas yang tidak produktif dan hanya mengaktifkan 14 OPD dari 54. Fokus adalah kunci,” tegasnya.(*)
*Reporter: Rahmadani







