PROFESI-UNM.COM – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Seleksi Fakultas Debat Bahasa Indonesia dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-65 Universitas Negeri Makassar. Kegiatan ini menjadi ajang penjaringan mahasiswa terbaik untuk mewakili fakultas pada kompetisi debat tingkat universitas, berlangsung di Ruang DG 101 Gedung DG FBS UNM pada Rabu (15/7).
Seleksi tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di. Selain menguji kemampuan berargumentasi, kegiatan ini juga menjadi wadah pengembangan daya pikir kritis, komunikasi ilmiah, dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan secara sistematis.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FBS UNM, Syamsu Rijal, mengatakan bahwa seleksi debat merupakan langkah awal dalam mempersiapkan delegasi terbaik FBS UNM pada Dies Natalis ke-65 UNM. Ia berharap peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga memanfaatkan kompetisi sebagai sarana pengembangan diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan berpikir hanya soal menang atau kalah, tetapi pikirkan manfaat yang diperoleh. Ketika kalian berani hadir dan mengikuti seleksi ini, sesungguhnya kalian sudah memenangkan diri sendiri. Semua keberhasilan selalu berawal dengan keberanian untuk memulai,” ujarnya
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kompetisi menjadi nilai tambah yang akan bermanfaat selama menjalani perkuliahan maupun setelah lulus. Oleh karena itu, FBS UNM terus berupaya menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Pemerintah dan universitas telah menyediakan banyak ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Jangan hanya datang kuliah lalu lulus, tetapi manfaatkan kesempatan yang ada untuk membangun prestasi dan pengalaman,” katanya.
Syamsu Rijal juga mengajak para peserta yang telah memiliki pengalaman mengikuti lomba agar menjadi penggerak bagi mahasiswa lainnya. Ia berharap regenerasi prestasi terus terjaga sehingga semakin banyak mahasiswa FBS UNM yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Saya berharap peserta yang sudah berpengalaman dapat membimbing teman-teman lainnya. Ketika kalian lulus nanti, akan ada generasi berikutnya yang siap melanjutkan prestasi sehingga budaya kompetisi di fakultas ini terus berkembang,” tuturnya.
Kemampuan Debat Adalah Hal yang Perlu Dilatih
Sementara itu, Ketua Jurusan Bahasa Inggris FBS UNM, La Sunra, menilai bahwa kemampuan berdebat merupakan keterampilan yang harus terus dilatih karena membutuhkan pola pikir yang sistematis dan argumentasi yang kuat.
“Berdebat itu sesungguhnya tidak begitu mudah. Berdebat memerlukan konsistensi berpikir dan logika yang baik. Kadang-kadang seseorang dapat berbicara panjang. Akan tetapi, argumentasinya belum tersusun secara runtut sehingga tidak mampu memperkuat gagasan yang orang itu sampaikan,” jelasnya.
La Sunra mengungkapkan bahwa Jurusan Bahasa Inggris selama dua tahun terakhir telah melaksanakan seleksi debat secara internal sebagai upaya membangun budaya kompetisi di kalangan mahasiswa. Ke depan, pihaknya berencana memperluas pelaksanaan debat dengan melibatkan seluruh program studi bahasa di lingkungan FBS UNM.
“Kami ingin mengembangkan debat ini secara bersama-sama. Mahasiswa Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jerman, dan program studi bahasa lainnya memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Yang bisa berdebat bukan hanya satu program studi, tetapi semua mahasiswa bahasa,” ungkapnya.
Menurut La Sunra, perluasan kompetisi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih kolaboratif. Juga, mampu meningkatkan kualitas mahasiswa dalam berpikir kritis dan menyampaikan argumentasi secara ilmiah.
Melalui seleksi ini, FBS UNM berharap dapat menghasilkan delegasi terbaik yang mampu mengharumkan nama fakultas pada ajang debat tingkat universitas. Sekaligus memperkuat budaya akademik yang kompetitif di lingkungan kampus. (*)
*Reporter: Muhammad Nasruddin







