PROFESI-UNM.COM – Hifzan Rijal sukses mengamankan gelar Juara 3 dalam ajang bergengsi Lomba Video Opini pada Profesi Competition 2026. Melalui karya video opininya yang tajam dan kontekstual, ia berhasil memikat hati para juri dan bersaing ketat dengan deretan kreator muda lainnya.
Dalam kompetisi tersebut, Hifzan sengaja mengusung isu mutakhir yang tengah melanda dunia pendidikan tinggi melalui judul ‘AI: Teman Belajar atau Ancaman bagi Mahasiswa?’. Pilihan tema ini lahir dari pengamatannya terhadap dinamika penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di kalangan rekan sejawatnya.
Hifzan membeberkan alasan kuat di balik pemilihan judul tersebut. Menurutnya, AI telah menjelma menjadi teknologi yang sangat melekat dan tidak terpisahkan dari keseharian mahasiswa saat ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Di satu sisi, AI membantu proses belajar menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. Namun di sisi lain, jika digunakan tanpa bijak, AI dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kejujuran akademik,” jelasnya.
Melalui konten video opini yang ia kemas, Ia tidak bermaksud menyudutkan kehadiran teknologi. Sebaliknya, ia ingin memantik kesadaran para mahasiswa agar mampu memosisikan teknologi digital secara proporsional.
”Judul ini saya pilih untuk mengajak mahasiswa melihat AI secara objektif, bukan sebagai sesuatu yang sepenuhnya baik atau buruk, melainkan sebagai alat yang manfaatnya bergantung pada cara kita menggunakannya,” tambahnya.
Usaha kerasnya dalam meramu riset, menyusun skrip, hingga memproduksi video akhirnya berbuah manis saat panitia mengumumkan namanya sebagai salah satu pemenang. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa dalam merespons isu-isu global secara kreatif.
Ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan harunya atas pencapaian tersebut. Hifzan mengaku sempat terkejut saat namanya keluar sebagai juara ketiga dalam kompetisi tahun ini.
”Alhamdulillah, tentu saya sangat bersyukur dan bahagia. Awalnya sempat tidak menyangka, tapi setelah pengumuman disampaikan saya merasa semua usaha, doa, dan proses yang sudah dilalui akhirnya membuahkan hasil,” ungkapnya.
Kemenangan di panggung Profesi Competition 2026 ini tidak membuat Ia berpuas diri. Ia justru memandang penghargaan ini sebagai sebuah batu loncatan baru untuk terus mengasah kemampuannya dalam dunia literasi digital dan pembuatan konten positif ke depan.
”Ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.(*)
*Reporter: Febrianingsih Alsa Putri







