PROFESI.UNM.COM – Tim PKM-PM SMART ABA dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menyelenggarakan workshop edukatif di Klub Belajar Sipatokkong. Workshop ini mengusung judul “Implementasi Verbal Behavior: Strategi Praktis Mengajarkan Mand, Tact, Listener Responding, dan Intraverbal pada Individu dengan Autisme”. Kegiatan ini berlangsung di TK Kharisma, Minggu (28/6)
Para relawan dan orang tua anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menunjukkan antusiasme luar biasa karena sangat ingin mendalami materi seputar metode komunikasi mand, tact, listener responding, dan intraverbal.
Dosen Pendamping Tim PKM-PM SMART ABA, Ade Yustina, hadir langsung untuk membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta workshop, sekaligus memperkenalkan anggota tim PKM yang berhasil lolos pendanaan tahun ini.
Ade Yustina menjelaskan bahwa persaingan untuk meloloskan proposal pengabdian pada tahun ini sangat ketat di tingkat nasional. Tim SMART ABA berhasil mencetak prestasi membanggakan dengan menjadi salah satu tim yang meraih pendanaan tersebut.
”Total proposal yang masuk ke Direktorat Belmawa Kemdiktisaintek untuk PKM Skema Pendanaan tahun 2026 adalah sebanyak 21.237 usulan proposal. Dari keseluruhan usulan tersebut, setelah melalui proses evaluasi dan penilaian yang ketat, jumlah total yang lolos untuk didanai secara nasional adalah 1.121 proposal. Dan tim PKM-PM SMART ABA ini salah satunya,” ungkap Ade Yustina.
Bantu Anak Autisme Berkomunikasi
Melalui program ini, tim mahasiswa FBS berupaya memberikan solusi nyata bagi orang tua dalam melatih kemampuan bahasa anak autisme. Metode Verbal Behavior sendiri berfokus pada fungsi bahasa, mulai dari cara anak meminta sesuatu (mand), menamai objek (tact), merespons instruksi (listener responding), hingga melakukan tanya jawab (intraverbal).
Kehadiran program SMART ABA di Klub Belajar Sipatokkong ini langsung mendapat sambutan hangat. Salah satu orang tua anak autisme yang hadir mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas inisiatif berharga dari para mahasiswa ini.
”Terima kasih banyak sudah mengadakan kegiatan ini, ada banyak sekali manfaatnya untuk kami para orang tua,” tutur salah satu perwakilan orang tua anak.
Pihak penyelenggara berharap workshop ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan komunitas.
”Kami berharap materi praktis hari ini bisa langsung orang tua terapkan di rumah. Dengan tujuan agar perkembangan komunikasi anak-anak kita bisa berjalan lebih optimal,” pungkas ketua tim SMART ABA. (*)
*Reporter: Febrianingsih Alsa Putri








