PROFESI-UNM.COM — Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-65 melalui seremoni launching yang ditandai dengan penerbangan balon, Pada Kamis (25/6). Pembukaan ini menjadi awal dari seluruh agenda perayaan yang akan berlangsung hingga puncak acara pada 1 Agustus 2026.
Sebelum pelepasan balon, Pelaksana Tugas Rektor (Plt) UNM Farida Patittingi, menegaskan kekuatan utama kampus pada persatuan seluruh sivitas akademika. Menurutnya, semangat para delegasi dalam pembukaan menjadi cerminan karakter UNM yang terus bergerak maju.
“Yang terus bersemangat, terus menyatukan energi-energi positifnya di dalam melakukan upaya penguatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia unggul yang nanti insyaallah lahir dari Universitas Negeri Makassar,”ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengapresiasi kerja panitia pelaksana yang sukses menyatukan berbagai unsur kampus dalam pembukaan Dies Natalis tahun ini. Ia menyoroti kolaborasi antara Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) yang menunjukkan sinergi antar fakultas.
“Saya selalu melihat dan merasakan betapa besar harapan, betapa kuat dorongan semangat dari seluruh sivitas akademika untuk maju dan berkembang,” katanya.
Ia juga menilai mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan telah menunjukkan komitmen besarll dalam mendorong perubahan UNM. Ia menyebut capaian kemahasiswaan dan inovasi akademik sebagai bukti nyata perkembangan kampus selama ini.
“Semangat mereka berprestasi sangat tinggi, terbukti capaian kegiatan kemahasiswaan kita juga sangat luar biasa,” ungkapnya.
Pada Dies Natalis ke-65 ini, UNM mengusung tema “Tangguh, Inovatif, Berdampak bagi Negeri.” Ia menjelaskan bahwa ketangguhan adalah karakter utama yang harus terus ada untuk kampus mampu melahirkan inovasi besar.
“Tangguh itu adalah karakter kita, karakter yang tidak mudah menyerah. Kalau kita tidak tangguh, kita tidak bisa melakukan inovasi yang hebat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh sivitas akademika menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi setiap tantangan. Ia mengingatkan bahwa filosofi UNM, “Selalu jaya dalam tantangan,” harus menjadi pegangan untuk terus bergerak maju dan memberi kontribusi bagi negeri. (*)
*Reporter: Muhammad Yusran







