PROFESI-UNM.COM – Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi membuka pameran tunggal bertajuk “Roots” karya mahasiswa Seni Rupa, Rizki Herdian Eka Arista, pada Senin (22/6). Kegiatan yang berlangsung hingga 25 Juni mendatang ini menjadi salah satu bukti nyata geliat kreativitas mahasiswa yang lahir dari inisiatif dan gagasan mandiri.
Apresiasi dari Dekan FSD, Andi Ihsan, saat memberikan sambutan mengaku sangat salut dengan langkah berani yang diambil oleh Rizki Herdian. Menurutnya, pameran tunggal ini harus menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk tidak terpaku hanya pada tugas akhir atau kegiatan yang sifatnya wajib demi melahirkan sebuah karya.
Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya landasan riset bagi seorang akademisi seni. Beliau memaparkan bahwa karya seni yang lahir dari rahim universitas memiliki tanggung jawab moral dan metodologis yang berbeda dengan seniman yang bergerak secara otodidak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Seorang akademisi di bidang seni itu tidak hanya berakhir pada titik karya saja. Kita tidak hanya lahir pada sebuah karya yang sifatnya eksotis, yang indah, yang menyenangkan, tapi didukung dengan berbagai hasil observasi dan pengamatan. Di situlah letak perbedaan antara yang otodidak dengan akademisi, kekuatan konsep harus kuat di akademisi,” ujarnya.
FSD Dorong Mahasiswa Lahirkan Karya Seni Berbasis Akademik
Lebih lanjut, ia juga mengaitkan pameran ini dengan implementasi visi “Kampus Berdampak” yang saat ini lingkungan perguruan tinggi tekankan. Seni, dalam pandangannya, harus mampu merespons isu-isu aktual yang terjadi di tengah masyarakat. Baik itu dari segi kemanusiaan maupun lingkungan hidup sekitar.
”Kampus berdampak itu dampaknya tidak hanya kepada material saja. Tetapi, bisa pada kebijakan atau konsep-konsep bagaimana kita mampu menghadirkan sesuatu peristiwa yang aktual. Sehingga masyarakat sadar bahwa karya seni yang kita pamerkan ini memiliki dampak terhadap lingkungan dan kemanusiaan,” tambahnya.
Ia menegaskan komitmen fakultas untuk terus memfasilitasi mahasiswa agar tidak hanya terampil secara praktik, tetapi juga kuat secara keilmuan. Ia bermimpi membawa FSD menjadi pusat percontohan yang melahirkan tenaga pendidik sekaligus seniman profesional di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
”Ayo kita kembangkan bersama-sama, kita jadikan fakultas ini menjadi barometer seniman. Kita juga hadirkan calon pencetak guru yang memiliki kapasitas serta kapabilitas yang memadai dalam bidang akademisi,” pungkasnya. (*)
*Reporter: Febryaningsih Alsa Putri







