PROFESI-UNM.COM – Sebanyak 105 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, guru, dan praktisi teknologi mengikuti Build with AI 2026 Hands-On Workshop yang diselenggarakan Google Developer Group (GDG) Makassar bersama Telkom AI Center Makassar, Sabtu (31/5).
Kegiatan tersebut menghadirkan pembelajaran berbasis praktik untuk memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan produk digital.
Selama kegiatan, peserta memperoleh pengalaman langsung menggunakan berbagai teknologi AI, seperti Stitch, Gemini, Antigravity, dan Google AI Studio. Melalui sejumlah sesi workshop.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan dapat mempercepat proses pengembangan aplikasi situs maupun mobile.
Build with AI 2026 Bekali Talenta AI Makassar
Rangkaian materi pada sesi From Vibe Design to a Launch-Ready Website with Stitch + Google AI Studio membahas transformasi desain menjadi website fungsional lewat AI. Lalu, pengenalan langkah awal membangun karier sebagai pengembang perangkat lunak melalui sesi How to Start Your Developer Journey with Antigravity.
Workshop kemudian berlanjut pada pemanfaatan Kotlin Multiplatform untuk pengembangan aplikasi lintas platform melalui sesi Vibe Your Android App into KMP: Zero Code, Two Platforms.
Puncak kegiatan menghadirkan pembahasan mengenai implementasi model AI Gemma 4 melalui sesi Run Inference of Gemma 4 Model on Cloud Run with RTX 6000 Pro GPU with vLLM. Materi tersebut memperkenalkan pemanfaatan infrastruktur cloud computing untuk menjalankan model AI berskala besar.
Salah satu peserta, Shaquille Rashaun Sahl Tamrin, menilai penerapan praktik sepanjang workshop membuat materi tersampaikan secara lebih aplikatif. Menurutnya, peserta tidak hanya diperkenalkan berbagai model AI, tetapi penerapan langsung teknologi dalam pengembangan perangkat lunak.
“Sesi workshop praktis yang dipandu oleh Joan Santoso memperluas pemahaman mengenai variasi model Gemma. Salah satunya MedGemma untuk sektor kesehatan serta CodeGemma yang mendukung vibe coding,” ujarnya.
Lead Organizer GDG Makassar, Fordyta Abubakar, berharap kegiatan mampu memperkuat kolaborasi antara komunitas teknologi, akademisi, dan mahasiswa dalam mengembangkan ekosistem AI lokal. Ia menilai ruang belajar dan berbagi pengetahuan bersama menjadi penting dalam mendorong pertumbuhan talenta digital yang siap bersaing di masa depan.
“Harapan terbesar saya, kolaborasi di Makassar tidak berhenti di acara ini. Kami akan terus mendukung ekosistem AI lokal terkhusus di makassar agar lebih inklusif, dan bisa membangun masa depan teknologi.” ujarnya. (*)
*Reporter: Insyiraah Putri Aeni Hs







