Tren Kopi Estetik Picu Fenomena FOMO di Kalangan Mahasiswa

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mahasiswa Melihat Tren Coffee Shop  (Foto : Ai)

Ilustrasi Mahasiswa Melihat Tren Coffee Shop (Foto : Ai)

PROFESI-UNM. COMPergeseran tren tempat nongkrong dari kantin kampus ke kedai kopi (coffee shop) modern kini mulai memicu sekat sosial di kalangan mahasiswa. Kebiasaan baru ini menciptakan batasan tidak tertulis yang memisahkan mahasiswa berdasarkan kemampuan finansial.

Fenomena ini kian terasa semenjak pusat interaksi mahasiswa dan pengerjaan tugas kelompok beralih ke luar lingkungan kampus. Mahasiswa kerap memilih kafe estetik yang mematok tarif berkisar Rp35.000 hingga Rp50.000 untuk sekali duduk.

Bagi sebagian mahasiswa dengan anggaran ketat, nominal tersebut menjadi beban finansial yang cukup berat. Kondisi ini memaksa mereka melakukan kalkulasi anggaran secara ketat sebelum menerima ajakan berinteraksi di luar jam kuliah.

Dampak dari penolakan yang sering terjadi karena kendala dompet ini memicu munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau kecemasan sosial. Mahasiswa yang absen dari agenda nongkrong merasa khawatir tertinggal informasi penting, inside jokes, hingga jaringan pertemanan di kelas.

Tidak jarang, situasi ini melahirkan pengucilan sosial secara terselubung. Mahasiswa yang tidak ikut nongkrong kerap dicap sebagai pribadi yang anti-sosial (ansos) atau sulit diajak berkoordinasi untuk tugas kuliah.

Disisi lain, beberapa mahasiswa menyiasati hal ini dengan taktik kamuflase, seperti hanya memesan air mineral atau menu termurah. Namun, tidak sedikit pula yang terpaksa memotong jatah makan hari berikutnya demi menjaga gengsi pergaulan.

Baca Juga Berita :  Mahasiswa Manfaatkan Waktu Menjelang Libur Lebaran dengan Berbagai Kegiatan Positif

Menanggapi fenomena ini, organisasi kemahasiswaan bisa lebih peka. Pengaktifan kembali fasilitas gratis di area kampus, seperti selasar atau sekre, penilaian ini menjadi solusi penting untuk mengembalikan ruang diskusi yang inklusif.

Melalui kesadaran kolektif untuk mengurangi budaya konsumerisme, lingkungan kampus mungkin dapat kembali menjadi ruang yang merangkul semua mahasiswa tanpa memandang status sosial dan isi dompet.(*)

*Reporter : Andi Mappasoko RD

Berita Terkait

Tips Jitu Mahasiswa Hindari Makanan Pemicu Gas Penyebab Perut Kembung
Cara Daftar Kuliah, Kenali Tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru Sejak Awal
Mahasiswa Baru Mulai Persiapkan Perlengkapan Kuliah Menjelang Tahun Ajaran Baru
Hal yang Sering Menjadi Kendala Mahasiswa Saat KKN
Perubahan Suhu Udara Tingkatkan Risiko Flu
Awali Hidup Sehat dari Sekarang, Ini Lima Langkah yang Bisa Dilakukan
Mengenal Sistem SKS, KRS, dan IPK Panduan Awal bagi Mahasiswa Baru
Jangan Sampai Tertinggal, Berikut Perlengkapan Penting untuk KKN
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:09 WITA

Tips Jitu Mahasiswa Hindari Makanan Pemicu Gas Penyebab Perut Kembung

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:54 WITA

Cara Daftar Kuliah, Kenali Tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru Sejak Awal

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:49 WITA

Mahasiswa Baru Mulai Persiapkan Perlengkapan Kuliah Menjelang Tahun Ajaran Baru

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:39 WITA

Hal yang Sering Menjadi Kendala Mahasiswa Saat KKN

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:28 WITA

Perubahan Suhu Udara Tingkatkan Risiko Flu

Berita Terbaru

Potret Hery Andika Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Pendidikan (Foto: Ist.)

Fakultas Ilmu Pendidikan

Langkah Konsisten Menuju Predikat Wisudawan Terbaik FIP

Jumat, 17 Jul 2026 - 16:50 WITA

Potret Plt Rektor UNM Bersama Jajaran Pimpinan dan Pembicara pada Pembukaan Lontara International Conference 2026, (Foto: Alyani Fajrina, Nursyabri)

Tak Berkategori

Lontara International Conference 2026 Perluas Jejaring Akademik Global

Jumat, 17 Jul 2026 - 16:45 WITA

Potret Meli Agreini Wisudawan Terbaik Satu Program Sarjana FSD UNM, (Foto: Ist.)

Fakultas Seni dan Desain

Meli Agreini Raih Predikat Wisudawan Terbaik Program Sarjana Fakultas Seni dan Desain

Jumat, 17 Jul 2026 - 16:34 WITA