PROFESI-UNM.COM – Padatnya jadwal perkuliahan sering kali membuat mahasiswa kesulitan membagi waktu antara tugas, proyek kelompok, presentasi, hingga persiapan ujian. Tanpa perencanaan yang jelas, berbagai tanggung jawab akademik tersebut berpotensi menumpuk dalam waktu bersamaan.
Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mengatasi persoalan tersebut ialah teknik time blocking. Metode ini merupakan strategi pengelolaan waktu dengan membagi hari ke dalam beberapa blok khusus, di mana setiap blok difokuskan pada satu jenis aktivitas, seperti mengerjakan tugas, membaca materi, atau latihan soal.
Penerapan time blocking dapat mahasiswa mulai dengan mencatat seluruh daftar tugas beserta tenggat waktunya, kemudian mengelompokkannya berdasarkan tingkat urgensi dan tingkat kesulitan. Setelah itu, mahasiswa menyusun jadwal harian atau mingguan dengan menetapkan durasi tertentu untuk setiap pekerjaan. Misalnya, dua jam untuk menyelesaikan laporan praktikum, satu jam untuk membaca referensi, dan satu jam untuk mempersiapkan materi presentasi.
Melalui pembagian waktu yang terstruktur, mahasiswa dapat mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan. Setiap tugas memiliki alokasi waktu yang jelas sehingga pengerjaan menjadi lebih terarah. Selain itu, metode ini membantu menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan waktu istirahat.
Namun, jadwal yang telah mahasiswa susun tetap perlu bersifat fleksibel. Penyesuaian dapat mereka lakukan apabila terdapat perubahan agenda perkuliahan atau kebutuhan mendesak lainnya. Konsistensi dalam menjalankan jadwal menjadi kunci utama agar teknik ini memberikan hasil yang optimal.
Dengan manajemen waktu yang baik, mahasiswa seharusnya mampu menyelesaikan tugas secara bertahap tanpa tekanan berlebihan serta mempersiapkan diri menghadapi ujian dengan lebih matang. (*)
*Reporter : Muhammad Yusran








