PROFESI-UNM.COM – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) bersiap menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-50. Perayaan setengah abad ini akan menjadi momentum refleksi sekaligus perayaan perjalanan panjang Profesi dalam dunia jurnalistik kampus.
Ketua panitia Harlah ke-50, Andi Mappasoko RD, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan masih terus berlangsung. Hingga saat ini, panitia telah memulai sejumlah tahapan awal dalam menyusun konsep kegiatan.
“Kesiapannya saat ini sekitar 20 persen dari target yang ingin tercapai, karena masih banyak hal yang harus kami siapkan, apalagi nanti kegiatan ini akan dirangkaikan dengan beberapa lomba,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa rangkaian lomba tersebut akan sesuai dengan konsep acara puncak. Hal ini agar kegiatan nantinya mampu memenuhi ekspektasi para tamu undangan dan peserta yang hadir.
“Pada puncak acara nanti kami ingin menyesuaikan dengan ekspektasi audiens yang akan hadir,” jelasnya.
Terkait konsep acara, Mappasoko mengungkapkan bahwa panitia tengah menyiapkan perayaan yang istimewa. Ia menyebut perayaan Harlah ke-50 akan terkemas secara rapi dan elegan.
“Konsepnya nanti akan rapi dan elegan, bahkan mewah dan megah. Kami dari kepanitiaan Voxion akan mempersiapkan sesuatu yang spesial,” ungkapnya.
Ia juga memaknai usia 50 tahun sebagai perjalanan panjang yang telah dilalui LPM Profesi. Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar simbol usia, tetapi juga bukti konsistensi lembaga dalam dunia jurnalistik mahasiswa.
Sementara itu, Pemimpin Umum LPM Profesi UNM, Yusri Saputra, menilai persiapan panitia sejauh ini berjalan cukup baik. Ia menyebut panitia telah mulai menyusun konsep acara dari sisi teknis maupun substansi.
“Konsep acaranya kami buat sederhana tapi bermakna. Nantinya akan ada diskusi publik, silaturahmi akbar dengan alumni, launching buku 50 tahun LPM Profesi, serta lomba jurnalistik,” jelasnya.
Yusri berharap momentum setengah abad ini menjadi refleksi sekaligus penguatan bagi LPM Profesi. Ia juga berharap lembaga ini terus berkembang sebagai ruang belajar yang kritis dan adaptif bagi mahasiswa. (*)
*Reporter: Febrianingsih Alsa Putri







