Bahaya Fake dopamine, Ancaman Tersembunyi di Balik Kesenangan Instan dalam Dunia Digital

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 10:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mahasiswa yang Terjebak Scrolling Akibat Fake Dopamine, (Foto: Ai.)

Ilustrasi Mahasiswa yang Terjebak Scrolling Akibat Fake Dopamine, (Foto: Ai.)

PROFESI-UNM.COM – Pernahkah kamu terjebak scrolling video pendek berjam-jam sampai mengabaikan tugas kuliah yang menumpuk di atas meja? Fenomena yang sering diabaikan ini sebenarnya adalah bentuk manipulasi saraf yang kini dikenal luas sebagai serangan fake dopamine.

Dopamin merupakan senyawa kimia alami otak yang berfungsi memberikan sinyal rasa senang serta motivasi saat kita beraktivitas. Zat alami ini secara normal akan dilepaskan saat kita mencapai sebuah prestasi atau melakukan aktivitas fisik yang sangat bermanfaat.

Sayangnya, hiburan instan dalam dunia digital menciptakan jalur pintas yang memberikan kepuasan tanpa usaha. Stimulasi berlebihan ini memaksa otak melepaskan dopamin secara terus-menerus hingga menciptakan ketergantungan yang merusak sistem saraf kita.

Bahaya utamanya adalah menurunnya kepekaan otak dalam merasakan kebahagiaan alami dari hal-hal sederhana di dunia nyata saat ini. Akibatnya, mahasiswa sering merasa hampa dan kehilangan motivasi untuk mengerjakan tugas produktif yang membutuhkan proses waktu yang lama.

Kondisi ini sering memicu gangguan kecemasan karena otak selalu menuntut rangsangan baru yang lebih kuat untuk merasa puas kembali. Paparan layar yang berlebihan juga terbukti merusak pola tidur serta menurunkan kemampuan konsentrasi manusia dalam jangka waktu panjang.

Langkah awal untuk memutus rantai ini adalah dengan melakukan detoks digital secara berkala untuk menyeimbangkan kembali sistem saraf pada otak kita. Membatasi durasi penggunaan aplikasi tertentu akan membantu otak untuk beristirahat dari gempuran informasi visual yang terlalu cepat dan padat.

Baca Juga Berita :  Idul Adha Telah Berlalu, Silaturahmi Terus Menyatu

Mengalihkan perhatian pada hobi produktif seperti berolahraga atau membaca buku fisik sangat efektif untuk memulihkan fungsi kognitif yang menurun. Aktivitas yang membutuhkan kesabaran akan melatih kembali hormon kebahagiaan alami agar bekerja secara normal sesuai fungsinya bagi tubuh.

Mari mulai bijak dalam mengonsumsi konten digital demi menjaga kesehatan jiwa serta masa depan akademik yang jauh lebih baik. (*)

*Reporter: Alyani Fajrina Nursyabri

Berita Terkait

Olah Hormon Stress di Pagi Hari Tingkatkan Produktifitas Diri
Fenomena “Silent Productivity”: Cara Baru Mahasiswa Tetap Produktif Tanpa Tekanan
Cara Efektif Mahasiswa Mengatasi Ngantuk Saat Perkuliahan
Tips Menghadapi Musim Kemarau
Tips Menguasai Adobe Animate bagi Mahasiswa Desain Pemula
Kreativitas Mahasiswa Jadi Kunci Pengembangan Diri di Tengah Tantangan Akademik
Tips Mahasiswa Menghadapi Deadline Tugas yang Menumpuk
Mahasiswa Sambil Kerja, Antara Kuliah dan Tanggung Jawab

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 22:00 WITA

Olah Hormon Stress di Pagi Hari Tingkatkan Produktifitas Diri

Senin, 20 April 2026 - 19:43 WITA

Fenomena “Silent Productivity”: Cara Baru Mahasiswa Tetap Produktif Tanpa Tekanan

Senin, 20 April 2026 - 19:28 WITA

Cara Efektif Mahasiswa Mengatasi Ngantuk Saat Perkuliahan

Jumat, 17 April 2026 - 01:39 WITA

Tips Menghadapi Musim Kemarau

Rabu, 15 April 2026 - 01:21 WITA

Tips Menguasai Adobe Animate bagi Mahasiswa Desain Pemula

Berita Terbaru

Potret Nurul Mitha Wisudawan  Terbaik FIP 2026, (Foto: Ist).

wisudawan terbaik

Wisudawan Terbaik FIP Ungkap Perjalanan dan Strategi Akademik

Sabtu, 25 Apr 2026 - 22:10 WITA

Foto Ilustrasi Seseorang Siap Beraktivitas di Pagi Hari, (Foto : AI)

Berita Wiki

Olah Hormon Stress di Pagi Hari Tingkatkan Produktifitas Diri

Sabtu, 25 Apr 2026 - 22:00 WITA