Kesehatan Mental Mahasiswa Selama Bulan Ramadan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cara menjaga kesehatan mental selama Ramadan, (Foto : Ai.)

Ilustrasi cara menjaga kesehatan mental selama Ramadan, (Foto : Ai.)

PROFESI-UNM.COM — Bulan Ramadan membawa perubahan pada pola aktivitas harian mahasiswa, mulai dari jadwal tidur, waktu makan, hingga penyesuaian kegiatan akademik.

Perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis, terutama di tengah tuntutan perkuliahan dan organisasi. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa selama menjalankan ibadah puasa menjadi hal yang penting.

Menurut para ahli kesehatan, perubahan pola tidur selama Ramadan dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, serta tingkat energi seseorang. Kurangnya waktu istirahat berpotensi menurunkan fokus dan produktivitas, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki jadwal perkuliahan padat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Psikolog menyebutkan bahwa pengaturan waktu belajar dan istirahat yang seimbang dapat membantu menjaga kestabilan mental selama menjalankan ibadah puasa. Selain itu, menjaga rutinitas yang teratur juga dapat membantu tubuh dan pikiran beradaptasi dengan perubahan aktivitas.

Baca Juga Berita :  Kurangi Pengangguran Alumni, UNM Dirikan Pinisi Mart

Selain tantangan akademik, Ramadan juga dapat menjadi momentum refleksi diri bagi mahasiswa. Aktivitas ibadah, seperti salat dan membaca Al-Qur’an, menurut psikolog, dapat membantu meningkatkan ketenangan batin dan mengurangi tingkat stres.

Para ahli juga menjelaskan bahwa interaksi sosial, seperti berbuka puasa bersama teman, dapat memberikan dukungan emosional yang positif. Dukungan sosial diketahui berperan penting dalam menjaga kesehatan mental, terutama di tengah tekanan akademik.

Namun, sebagian mahasiswa dapat mengalami tekanan tambahan akibat tugas kuliah, tenggat waktu, maupun tanggung jawab organisasi. Dokter menyarankan mahasiswa untuk menjaga pola tidur, pola makan, serta kebutuhan cairan agar kondisi fisik dan mental tetap stabil selama Ramadan.

Baca Juga Berita :  LK se-UNM Tuntut Pecat Menristekdikti dan Copot Rektor Otoriter

Psikolog juga menyarankan mahasiswa untuk menerapkan manajemen waktu yang baik, mengenali batas kemampuan diri, serta tidak ragu untuk beristirahat ketika merasa lelah.

Secara umum, Ramadan dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental mahasiswa apabila dijalani dengan pola hidup yang teratur dan dukungan lingkungan kampus yang kondusif. Keseimbangan antara ibadah, akademik, dan istirahat menjadi kunci dalam menjaga kesejahteraan mental selama bulan puasa. (*)

*Reporter : Ade Kurniawan.

Berita Terkait

Jejak Sejarah Perantauan Mahasiswa
Tren Kopi Estetik Picu Fenomena FOMO di Kalangan Mahasiswa
Konsumsi Gula Berlebih Dapat Ganggu Kesehatan dan Tingkatkan Risiko Diabetes
Ibadah Haji Jadi Impian Umat Islam dari Berbagai Negara
Tradisi Pembagian Daging Kurban Jadi Ciri Khas Idul Adha
Perayaan Idul Adha Perkuat Nilai Gotong Royong di Masyarakat
Idul Adha, Hari Raya Kurban Umat Islam
Hindari Sistem Kebut Semalam, Mahasiswa Diminta Siapkan Projek Sejak Awal
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:26 WITA

Jejak Sejarah Perantauan Mahasiswa

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:58 WITA

Tren Kopi Estetik Picu Fenomena FOMO di Kalangan Mahasiswa

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WITA

Konsumsi Gula Berlebih Dapat Ganggu Kesehatan dan Tingkatkan Risiko Diabetes

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:25 WITA

Ibadah Haji Jadi Impian Umat Islam dari Berbagai Negara

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:07 WITA

Tradisi Pembagian Daging Kurban Jadi Ciri Khas Idul Adha

Berita Terbaru

Potret Menteri Pertanian RI saat di Manado, (Foto: Int.)

Kilas Kampus

Hinaan dan Tekanan Antar Menteri Pertanian RI ke Posisi saat Ini

Rabu, 3 Jun 2026 - 23:47 WITA