PROFESI-UNM.COM — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT). Kegiatan tersebut merupakan program kerja wajib himpunan yang berlangsung pada 16 hingga 19 Januari 2026 di Gedung Flamboyan UNM.
Ketua Panitia TOT, Syahrul, menjelaskan kegiatan ini merupakan program lembaga yang tercantum dalam (Garis Besar Haluan Program Kerja) GBHPK. Menurutnya, TOT menjadi bagian penting dalam sistem kaderisasi internal himpunan.
“Kegiatan TOT adalah program kerja wajib himpunan sebagaimana tercatat dalam GBHPK,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa TOT bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada lingkup pengurus himpunan. Dalam format kaderisasi, TOT menjadi bentuk pendidikan sekunder bagi pengurus guna meningkatkan kompetensi dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Secara urgensi, Syahrul menuturkan bahwa TOT berfokus pada penciptaan trainer atau fasilitator yang profesional. Hal tersebut guna menopang tugas pokok lembaga sebagai poros kaderisasi intelektual dan kepemimpinan.
“Urgensi kegiatan ini bagaimana kemudian pengurus mampu menjadi pemateri yang handal. Hal tersebut guna menjalankan tugas pokok lembaga sebagai poros kaderisasi dalam ruang intelektual dan kepemimpinan,” jelasnya.
Syahrul juga mengungkapkan bahwa TOT telah terlaksana secara konsisten setiap pergantian kepengurusan. Pada periode ini, ia kembali merencanakan pelaksanaannya sebagai kegiatan wajib berdasarkan hasil Musyawarah Kerja (Musker) organisasi.
“TOT selalu ada secara konsisten setiap kepengurusan. Oleh karena itu, kami merencanakan kembali pelaksanaanya berdasarkan hasil Musker,” ungkapnya.
Berbeda dari periode sebelumnya, TOT kali ini mempunyai syarat khusus, yaitu hanya untuk pengurus aktif. Jika terdapat peserta dari luar pengurus, maka dibatasi untuk angkatan 2022 dan maksimal angkatan 2023.
“Periode lalu TOT hanya untuk mahasiswa baru dan pengurus, tetapi periode ini hanya untuk pengurus. Kalau ada yang ingin ikut, maka batasnya angkatan 2022 dan maksimal angkatan 2023,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Syahrul menilai kegiatan TOT sangat edukatif karena peserta tidak hanya mendapatkan teori. Akan tetapi, juga praktik langsung dalam mengelola forum dan memahami psikologi audiens.
“Dalam kegiatan ini kita belajar bagaimana menjadi pemateri yang handal. Mulai dari mengelola forum diskusi, menyiapkan materi ajar, sampai cara berkomunikasi efektif agar audiens memahami apa yang kita sampaikan,” tuturnya.
Sebagai penutup, Syahrul menyampaikan pesan kepada pengurus yang akan mengikuti TOT untuk periode mendatang agar mengikuti kegiatan dengan serius.
“Saya berpesan kepada peserta TOT selanjutnya agar mengikuti kegiatan dengan baik dan serius. Karena TOT, sangat penting untuk menunjang pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola forum maupun membawakan materi,” pungkasnya.
Reporter: Reski Ananda







