PROFESI-UNM.COM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung FIS-H UNM, Kamis (22/01). Aksi bertajuk “Cegah dan Tuntaskan Segala Bentuk Problematika” itu menyoroti sejumlah persoalan mendasar pada lingkungan fakultas.
Formatur Presiden BEM FIS-H UNM, Anreyza Yusri, menyebut sedikitnya empat isu utama yang menjadi tuntutan massa aksi. Mulai dari profesionalisme dosen, praktik pungutan liar, persoalan sarana dan prasarana, hingga transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT)
“Masih ada dosen yang tidak menjalankan aturan akademik dengan baik, seperti pemindahan jadwal perkuliahan secara sepihak,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ia mengungkap adanya dugaan praktik pungli berupa kewajiban membeli buku tertentu kepada mahasiswa. Menurutnya, kondisi tersebut mencederai prinsip pendidikan yang adil dan inklusif.
Masalah lain yang ia sorot adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Anreyza menilai fasilitas belajar tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang mencapai ribuan orang.
“Dalam satu kelas bisa terisi lebih dari 60 mahasiswa, sementara ruang belajar sangat terbatas,” katanya.
Tak kalah penting, mahasiswa juga mempertanyakan transparansi pengelolaan UKT.
“UKT mahasiswa tinggi, tetapi tidak dibarengi pembaruan fasilitas. Ini menimbulkan banyak tanda tanya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kalimat cegah dan tuntaskan dipilih sebagai bentuk penekanan kepada pimpinan fakultas yang baru agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
“Pencegahan penting agar tidak berulang, dan penuntasan perlu terlaksana karena masalah ini masih berlangsung hingga sekarang,” jelasnya.
Lembaga Kemahasiswaan (LK) internal FIS-H mengikuti aksi tersebut. Mulai dari PPKn, Administrasi Perkantoran, Ilmu Administrasi Negara, Hukum, dan Bisnis.
Hingga aksi berlangsung, massa berharap pimpinan fakultas hadir secara langsung untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa. Namun, harapan tersebut belum terwujud hingga aksi berakhir. (*)
*Reporter: Nathaya Haura Maulidya Rini







