PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Wirausaha (Himawira) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar Training of Advokasi (Travo) yang bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan riset isu, pengolahan data, hingga praktik advokasi di lapangan. Kegiatan ini dibuka oleh Nur Halim.
Ketua panitia, Andi Arham Agustriadi, mahasiswa Kewirausahaan asal Gowa, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan bagian dari pengkaderan melainkan murni pelatihan. Pelatihan ini melatih peserta dalam riset data, memproses data hingga turun kelapangan.
“Ini pelatihan advokasi, kak. Peserta belajar meriset data dan bagaimana data itu bisa diadvokasikan melalui media sosial atau turun langsung ke lapangan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menghadirkan enam materi inti, yakni pengantar riset dan advokasi, metodologi riset, analisis masalah dan isu strategis, riset dan advokasi dalam perspektif hukum, ideologi dan negosiasi, serta strategi dan taktik advokasi. Peserta kemudian mengikuti simulasi konsolidasi dan praktik advokasi langsung di Tanjung sebagai latihan orasi dan aksi lapangan.
“Simulasi itu bagian akhir dari kegiatan. Peserta dibagi per kelompok, mencari isu, lalu mengadvokasikan hasilnya. Ada konsolidasi, lalu latihan orasi,” jelasnya.
Persiapan kegiatan memakan waktu tiga minggu dengan mengusung tema. “Dari Data ke Aksi: Revitalitas Peran Mahasiswa melalui Gerakan Advokasi”. Menurut Arham, tema tersebut mencerminkan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan data menjadi tindakan yang relevan.
Sebagai pertama kalinya menjabat menjadi ketua panitia, Arham mengaku menghadapi beberapa tantangan dalam koordinasi antardivisi. Ia merasa salah satu masalahnya adalah adanya panitia yang masih baru sehingga belum memahami cara kerja kepanitiaan.
“Setiap divisi punya kesulitan masing-masing. Ada yang anggotanya jarang muncul, ada juga yang masih maba sehingga belum memahami kepanitiaan,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menilai pengalaman ini memperkuat kemampuan kepemimpinannya. Dan Ia berharap kegiatan Training of Advokasi dapat terus berlanjut pada periode berikutnya.
“Semoga ke depannya kegiatan ini tetap ada. Pelatihan ini sangat berguna bagi mahasiswa. Mungkin saja dari kegiatan ini lahir aktivis-aktivis baru,” tutupnya. (*)
*Reporter: Muhammad Yusran
*Editor: Rahmat Hidayat







