PROFESI-UNM.COM – Microsleep atau tidur singkat yang terjadi selama beberapa detik tanpa disadari sering dialami oleh mahasiswa yang kurang tidur. Kondisi ini biasanya muncul ketika seseorang terlalu lelah, kurang istirahat, atau melakukan aktivitas monoton seperti membaca, berkendara, atau menatap layar dalam waktu lama.
Microsleep bisa menjadi tanda bahwa tubuh dan otak sudah tidak mampu menahan rasa kantuk. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya fokus sejenak, menurunkan produktivitas, dan berisiko tinggi saat mengemudi atau beraktivitas penting lainnya.
Untuk mengatasi microsleep, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memperbaiki pola tidur. Tidur yang cukup menjadi kunci utama agar tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang ideal.
Kedua, mengatur ulang jadwal aktivitas harian. Hindari bekerja atau belajar hingga larut malam secara terus-menerus, dan berikan jeda istirahat di sela kegiatan.
Ketiga, mengurangi konsumsi kafein dan paparan gawai menjelang tidur. Kafein bisa membuat otak tetap terjaga meski tubuh sudah lelah, sementara cahaya biru dari layar gawai dapat menekan hormon melatonin yang membantu proses tidur.
Terakhir, memperhatikan asupan makanan dan cairan tubuh. Konsumsi makanan bergizi dan minum air putih yang cukup dapat membantu menjaga energi serta mencegah rasa kantuk berlebihan akibat dehidrasi atau kekurangan nutrisi.
Jika microsleep tetap sering terjadi meski sudah menerapkan pola hidup sehat, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea yang memerlukan penanganan khusus. (*)
*Reporter: Nurkhaerunnisa Aszahra Saleh








