PROFESI-UNM.COM – Hidup di kos dengan fasilitas terbatas sering kali membuat mahasiswa harus lebih pintar mengatur kebutuhan sehari-hari, termasuk dalam hal menyimpan makanan tanpa kulkas. Jika tidak dilakukan dengan benar, makanan dapat cepat basi, berjamur, bahkan terbuang sia-sia. Berikut ada beberapa cara sederhana agar makanan tetap bisa awet dan aman dikonsumsi.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memilih bahan makanan yang tahan lama, seperti bahan kering atau olahan. Mie instan, sereal, abon, hingga telur asin menjadi pilihan favorit yang tidak mudah rusak meski disimpan pada suhu ruang.
Selain itu, penggunaan wadah kedap udara sangat dianjurkan. Wadah yang tertutup rapat dapat melindungi makanan dari udara lembap, serangga, serta bau tidak sedap. Toples plastik atau kaca dengan penutup rapat bisa menjadi solusi praktis dan terjangkau bagi mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Cara penyimpanan juga perlu diperhatikan. Makanan sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan gelap, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Lemari, rak tertutup, atau kotak penyimpanan khusus dapat membantu menjaga kualitas makanan agar lebih tahan lama.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga dapat memanfaatkan bumbu kering dan teknik pengawetan alami, seperti penggunaan garam dan gula. Bawang merah, bawang putih, serta cabai kering dapat bertahan lebih lama tanpa kulkas jika disimpan dalam kondisi kering dan tertutup. Bumbu kering ini juga memudahkan proses memasak secara praktis.
Teknik penyimpanan khusus juga perlu digunakan untuk bahan makanan. Misalnya, tahu dapat direndam dalam air garam dan airnya diganti setiap hari agar tidak cepat basi. Sementara itu, sayuran sebaiknya disimpan dalam kondisi kering dan tidak dicuci terlebih dahulu agar tidak cepat layu atau membusuk.
Terakhir, mahasiswa juga perlu ingat untuk membeli bahan makanan dalam jumlah kecil sesuai kebutuhan. Cara ini dinilai lebih hemat serta dapat mengurangi risiko makanan terbuang akibat basi. (*)
*Reporter: Eka Septi Irianti







