PROFESI-UNM.COM – Setelah sebulan menjalani ibadah puasa, tubuh terbiasa dengan pola makan yang teratur, yaitu saat sahur dan berbuka. Namun, memasuki momen Eid al-Fitr, banyak orang langsung kembali ke pola makan bebas tanpa memperhatikan proses adaptasi tubuh.
Perubahan pola makan yang terlalu cepat dapat memengaruhi sistem metabolisme. Tubuh yang sebelumnya beradaptasi dengan jadwal makan tertentu bisa mengalami ketidakseimbangan ketika frekuensi dan jenis makanan berubah secara drastis.
Kondisi ini sering ditandai dengan rasa tidak nyaman seperti perut begah, mudah lelah, hingga gangguan pencernaan. Hal tersebut terjadi karena sistem pencernaan belum sepenuhnya siap menerima asupan makanan dalam jumlah besar sekaligus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu, penting melakukan transisi pola makan secara bertahap. Memulai dengan porsi kecil, menghindari makanan terlalu berlemak, serta tetap menjaga jadwal makan yang teratur dapat membantu tubuh beradaptasi lebih baik.
Menjaga pola makan setelah Ramadan tidak hanya membantu tubuh tetap sehat, tetapi juga mencegah berbagai gangguan yang kerap muncul saat Lebaran.(*)
*Reporter: Putri Salsabila







