Potret kembong Daeng saat melakukan orasi ilmiah, (Foto: Angnis Arimayanti.)
Potret kembong Daeng saat melakukan orasi ilmiah, (Foto: Angnis Arimayanti.)

PROFESI-UNM.COM – Pengukuhan dua profesor baru. Kembong Daeng sebagai profesor dalam bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra dan profesor Rohana dalam bidang Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Makassar(UNM). Kegiatan jni digelar di Ballroom Teater lantai 3 Menara Pinisi UNM, Kamis (28/12)

Kambong Daeng dalam orasi ilmiahnya mengangkat judul “Sastra Kelomg Sebagai Wahana Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa”. Ia menjelaskan bahwa kegiatan berbahasa dan bersastra makassar sudah mulai mengalami pergeseran bahkan dalam dunia Pendidikan bahasa daerah menjadi korban dalam perubahan kurikulum yang mengakibatkan bahasa, sastra dan budaya daerah makassar semakin terpuruk dan kurang dipahami oleh masyarakat pendukungnya.

“Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun proses dalam adat istiadat, kegiatan berbahasa dan bersastra Makassar sudah mengalami pergeseran,” ungkapnya.

Sastra makassar merupakan salah satu warisan budaya makassar yang perlu dibina, dipertahankan kelestrariannya dan dikembangkan karena banyak mengandung nilai-nilai yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, Salah satu karya sastra makassar yang potensial untuk dijadikan media penguatan karakter bangsa adalah kelong.

Kambong Daeng menjelaskan untuk memahami nilai-nilai dalam karya sastra tersebut, dibutuhkan penkajian yang lebih mendalam sehingga penyimak/pembaca dapat memperoleh hikmah dari karya sastra tersebut. Agar tujuan dari pelaksanaan pembelajaran sastra kelong dapat tercapai maka sastra kelong dapat dikemas dengan cara yang menarik, inovatif dan kreatif agar generasi tertarik untuk mempelajari karya sastra kelong ini.

“Penyajian sastra kelong pun dapat dikreasika melalui literasi digital,” tuturnya.

Ia berharap melalui orasi ilmiah ini dapat memberikan inspirasi, dan motivasi bagi para seluruh pendengar agar bahasa, sastra, dan budaya daerah yang kita miliki tetap dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan agar menjadi tuan rumah yang baik di rumahnya sendiri.

“Semoga pidato ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kearifan lokal yang dapat menumbuhkan budi pekerti yang luhur bagi anak bangsa,” harapnya.

Di akhir orasi ilmiahnya, Kambong Daeng mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya dalam perjalanan mencapai keberhasilannya menjadi seorang profesor. (*)

Reporter: Ayu Amalia

Komentar Anda

Iklan