PROFESI-UNM.COM – Pada awalnya akuntansi yaitu dari ilmu pasti, bagian ilmu pengetah berhubungan dengan hukum alam dan kebenaran yang bersifat absolut. Pemikir akuntansi awal perkembangan seorang ahli matematika seperti Luca Pacolki dan Musa Al-Khawarizmy.

Akuntansi dalam Islam adalah alat dalam melaksanakan perintah Allah SWT (dalam Qs. Al-Baqarah:282) dalam melakukan pencatatan transaksi usaha lebih jauh. Islam memandang akuntansi bukan hanya sekedar ilmu bebas nilai melakukan pencatatan tetapi juga alat untuk menjalankan nilai-nilai Islam sesuai ketentuan syariah.

Akuntansi yang kita kenal sekarang diklaim berkembang dari peradaban barat (sejak Paciolli), padahal apabila dilihat secara mendalam dari proses lahir da perkembangannya, terlihat jelas pengaruh keadaan masyarakat atau peradaban sebelumnya Yunani maupun Arab Islam.

Walaupun akuntansi telah dimulai dari zaman prasejarah, saat ini kita hanya mengenal Luca Paciolli sebagai Bapak Akuntansi Modern, Paciolli, seorang ilmuwan dan pengajar di beberapa universitas yang lahir di Tuscany, Italia pada tahun 1445, merupakan orang yang dianggap menemukan persamaan akuntansi untuk pertama kali pada tahun 1494 dengan bukunya: Summa de Arithmetica Geometria et Proportionalita (A Review of Arithmetic, Geometry and Proportions).

Tulisan ini dikutip dari buku berjudul “Akuntansi Syariah di Indonesia Edisi 5” oleh Nurhayati dan diterbitkan oleh penerbit Salemba Empat. (*)

*Reporter: Jumriani